PBB melalui lembaganya, UN Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyatakan, penetrasi broadband internet di negara sedang berkembang tertinggal jauh dari negara-negara maju. Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (8/2/2008), laporan UCTAD tersebut diberi tajuk, "Information Economy Report 2007-2008".
UNCTAD menggarisbawahi, broadband internet adalah sarana vital dalam pengembangan ekonomi suatu negara. Bahkan UCTAD pernah menyatakan pada bulan November 2007, broadband internet dinilai sama vitalnya dengan air dan listrik untuk menunjang urusan bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya broadband, penilaian UNCTAD yang dilakukan sejak tahun 2006 ini juga mengenai aspek lainnya seperti pemakaian ponsel. Di tahun 2008, diharapkan pemakaian ponsel mencapai sekurangnya 50 persen dari jumlah penduduk di negara berkembang. Kepemilikan handset mobile ini dinyatakan sebagai langkah awal dalam usaha kampanye melek digital. Saat ini, penetrasi ponsel di negara berkembang dinyatakan sudah cukup baik.
(fyk/fyk)