Seperti dikutip detikINET dari BBC, Jumat (25/1/2008), perwakilan PBB di Afghanistan tergerak untuk membuat pernyataan bernada protes berkenaan dengan hukuman tersebut.
Dalam pernyataannya ini, PBB menyesalkan bahwa selama proses pengadilan, sang jurnalis tidak punya perwakilan hukum seperti pengacara. Mereka pun meminta hukuman mati terhadap Sayed untuk ditinjau ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, berbagai protes terus berdatangan menentang hukuman mati terhadap Sayed. Lembaga jurnalis Reporters Without Borders misalnya, menyatakan bahwa mereka sangat shock dengan keputusan hukuman mati itu. Mereka sampai meminta Presiden Afghanistan, Hamid Karzau, turun tangan untuk membatalkannya.
(fyk/fyk)