Terkait hal itu, para peneliti dari Universitas Purdue bekerja sama dengan negara bagian Indiana mengembangkan sebuah sistem yang akan ditautkan pada jaringan ponsel untuk mendeteksi dan melacak radiasi berbahaya. Tujuannya, agar lebih mudah meringkus pelaku yang membawa bom atau senjata nuklir. Nantinya dengan sistem tersebut, sisa sinar materi radioaktif pun dapat terdeteksi.
Software untuk sistem ini dikembangkan oleh Andrew Longman, bekerja sama dengan professor Ephraim Fischbach untuk menyatukan software pendeteksi radiasi dengan ponsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu sistem detektor ini berukuran mini sehingga tidak akan menambah ribet ponsel dan akan dijual bebas di pasaran. Sistem ini dapat mendeteksi radiasi lemah dari radius 4,5m. Hebatnya lagi, sistem ini dapat membedakan antara sumber radiasi yang berbahaya dengan sumber radiasi yang tidak berbahaya, seperti radiasi dari rumah sakit, atau radiasi dari buah nanas yang mengandung potasium isotop.
"Sensor akan bekerja sama dengan software untuk mendeteksi sumber radiasi, kemudian mengirimkan sinyal ke pusat data. Pusat data akan mengirimkan informasi ke pihak berwenang tanpa memberi peringatan kepada pemilik ponsel.
Sehingga pihak berwajib dapat melacak lokasi sumber dan meringkus pelaku," jelas Fischbach, seperti dikutip detikINET dari Physorg, Kamis (24/1/2008). (dwn/dwn)