Seorang peneliti dari Universitas Alberta, Elaine Greidanus, mengungkapkan bahwa kebanyakan remaja lebih memilih login ke sebuah situs untuk meluapkan emosinya daripada menelepon atau curhat dengan seorang konsultan/psikolog.
Remaja banyak menuangkan uneg-unegnya di situs secara anonim. Kemudian remaja yang lain akan menanggapi uneg-uneg tersebut. Misalnya dengan kalimat semacam 'Hal-hal apa yang menguatkanmu dalam kehidupan ini?' dan 'Jika kamu membaca uneg-uneg yang lain, maka kamu akan kaget karena ternyata ada beberapa orang yang mengalami perasaan yang sama seperti yang kamu rasakan'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu disediakan akses bagi remaja untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain di internet sehingga dapat membuka channel dengan remaja lain yang juga dilanda kesedihan," ujar Dr Robin Everall, psikolog, profesor dan ahli masalah perilaku bunuh diri pada remaja. Everall menambahkan bahwa diperlukan desain yang bagus dan pengawasan
terhadap komunitas cyber agar dapat berjalan secara efektif.
Β (dwn/dwn)