Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Nvidia Diduga Jadi Target Mata-mata China

Bos Nvidia Diduga Jadi Target Mata-mata China


Virgina Maulita Putri - detikInet

Nvidia CEO Jensen Huang raises a toast with SK Group ChairmanCheyTae-won, LG Corporation Chairman and CEO KooKwang-mo and Naver Corporation FounderLeeHae-jin during their dinner meeting at a Korean barbecue restaurant in Seoul, South Korea, June 5, 2026. REUTERS/Kim Soo-hyeon     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Kim Soo-hyeon
Jakarta -

CEO Nvidia Jensen Huang diduga menjadi target spionase. Jensen kabarnya didekati oleh mata-mata pemerintah China yang juga bekerja sebagai eksekutif di perusahaan AI asal Singapura.

Eksekutif bernama Alice Huang (atau Huang Le) itu merupakan warga negara China yang bekerja di Megaspeed. Menurut laporan The New York Times, badan intelijen Amerika Serikat telah mengawasi Alice selama sekitar satu tahun untuk mendalami hubungan sosok tersebut dengan pemerintah China.

Pengawasan tersebut mengungkap adanya kontak dengan seorang warga negara AS, yang diidentifikasi sebagai Jensen Huang. Alice pernah beberapa kali difoto bersama Jensen dalam berbagai jamuan makan malam bisnis di wilayah Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Intelijen AS khawatir perempuan itu adalah seseorang mata-mata yang membantu pemerintah China untuk memperoleh informasi dari Nvidia dan Jensen, terutama karena Jensen memiliki akses ke Presiden AS Donald Trump.

Namun, juru bicara Nvidia membantah laporan The New York Times. Mereka mengatakan Megaspeed merupakan pelanggan cloud regional biasa, dan hubungan Jensen dengan eksekutifnya adalah hal yang biasa karena ia berkomunikasi dengan ribuan pelanggan setiap tahunnya. Juru bicara Nvidia menambahkan bahwa pelanggannya tidak memiliki akses ke rahasia dagang perusahaan.

ADVERTISEMENT

"Pelanggan cloud regional kami menerima informasi bisnis biasa-bukan rahasia dagang Nvidia yang sensitif-dan tidak ada informasi yang relevan dengan keamanan nasional," kata juru bicara Nvidia dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari TechCrunch, Minggu (1/11/2026).

Laporan ini juga mengungkap bahwa Megaspeed sebelumnya dicurigai membantu perusahaan China menghindari regulasi ekspor terhadap chip AI buatan Nvidia, yang tidak diizinkan untuk dikirim ke China.

Pada tahun 2025, perusahaan afiliasi Megaspeed di Malaysia dilaporkan membeli perangkat Nvidia senilai USD 4,8 miliar dalam kurang dari dua tahun. Jumlah itu disebut tidak lazim bagi perusahaan kecil yang tidak dikenal.

Anehnya, Trump sepertinya tidak peduli kalau salah satu eksekutif penting di industri AI didekati oleh mata-mata China. Jensen kabarnya tidak pernah menerima 'arahan defensif', sebuah peringatan standar yang kadang diberikan kepada warga AS yang menjadi target mata-mata asing.

"Kami yakin bahwa jika pemerintah AS menganggap seseorang sebagai ancaman bagi industri Amerika, mereka akan memberi tahu kami," kata juru bicara Nvidia.



(vmp/rns)




Hide Ads