×
Ad

Google Rilis Gemini 4 Carbon, Mengapa Aksesnya Dibatasi?

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 29 Okt 2026 07:45 WIB
Google Rilis Gemini 4 Carbon, Mengapa Aksesnya Dibatasi? Foto: Google
Jakarta -

Google mengumumkan Gemini 4 Carbon pada Rabu (28/10/2026). Model kecerdasan buatan (AI) terbaru ini dirancang untuk menangani pekerjaan coding kompleks, menjalankan tugas secara mandiri, hingga membantu menemukan celah keamanan siber. Namun, aksesnya masih dibatasi dan belum tersedia untuk semua pengguna.

Pembatasan tersebut dilakukan karena kemampuan Carbon dalam keamanan siber dinilai perlu disertai pengujian dan perlindungan tambahan untuk mencegah penyalahgunaan.

Kehadiran Gemini 4 Carbon semakin memanaskan persaingan Google dengan OpenAI dan Anthropic dalam pengembangan AI untuk pemrograman dan pekerjaan teknis. Model ini menyusul Gemini 4 Argon yang diperkenalkan awal Oktober.

Gemini 4 Carbon dikembangkan untuk menangani pekerjaan rekayasa perangkat lunak yang kompleks dan membutuhkan banyak tahapan.

Menurut Google, tim internalnya telah mengamati Carbon bekerja selama berhari-hari untuk menelusuri penyebab bug, menganalisis kode, hingga menyiapkan perbaikan.

Kemampuan tersebut menunjukkan arah perkembangan AI yang tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan atau menghasilkan potongan kode, tetapi juga menjalankan rangkaian pekerjaan teknis secara lebih mandiri.

Google turut menonjolkan kemampuan Carbon dalam keamanan siber, khususnya menemukan kerentanan, memeriksa apakah celah dapat dieksploitasi, dan membantu memperbaiki kode yang bermasalah.

Dalam pengujian internal yang dipublikasikan Google, Gemini 4 Carbon mencatat hasil sebagai berikut:

  • SEC-bench Pro: 88,2%
  • ExploitGym: 54,8%
  • CWE-bench: 71%

Ketiga benchmark tersebut digunakan untuk mengevaluasi kemampuan model dalam tugas keamanan perangkat lunak. Namun, hasilnya berasal dari pengujian yang dilaporkan Google dan belum diverifikasi secara independen oleh detikINET.

Mengapa Akses Gemini 4 Carbon Dibatasi?

Google memilih merilis Gemini 4 Carbon secara bertahap karena kemampuan model dalam menemukan dan mengevaluasi kerentanan keamanan juga berpotensi disalahgunakan.

Akses awal diprioritaskan bagi pihak yang bekerja dalam pertahanan keamanan siber. Selanjutnya, Google berencana memperluas akses kepada mitra tepercaya melalui Fairwind Program.

Perusahaan juga mengikuti proses pengujian sukarela pemerintah Amerika Serikat sebelum peluncuran model.

Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan, Google menerapkan sejumlah perlindungan, termasuk mekanisme pencegahan penggunaan berbahaya dan peningkatan ketahanan terhadap prompt injection.

Prompt injection merupakan teknik menyisipkan instruksi berbahaya untuk mengelabui AI agar menjalankan tindakan yang tidak semestinya.

Google berencana membuka akses Gemini 4 Carbon kepada lebih banyak pengembang, perusahaan, dan konsumen. Namun, belum ada tanggal pasti kapan model tersebut tersedia secara umum, termasuk di Indonesia.

Untuk penggunaan model, Google mengumumkan harga USD 2 per satu juta token input dan USD 10 per satu juta token output.

Tarif tersebut merupakan biaya pemrosesan melalui layanan model AI, bukan harga paket berlangganan aplikasi Gemini. Dengan demikian, pengumuman harga tidak berarti Gemini 4 Carbon sudah dapat digunakan secara bebas oleh seluruh pengguna.



Simak Video "Video: Hati-hati! Ini Tandanya Jika Akun Gmail Sudah Diretas"

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork