Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bagaimana AI Mencegah 'Kiamat' Internet Skala Global

Bagaimana AI Mencegah 'Kiamat' Internet Skala Global


Virgina Maulita Putri - detikInet

Ilustrasi AI
Foto: Ilustrasi AI. (Shutterstock)
Jakarta -

Dunia sedang digemparkan dengan celah keamanan PHP2SHELL yang menyerang banyak website yang menggunakan bahasa programming PHP. Sejumlah perusahaan teknologi mengaku model AI-nya membantu mengungkap celah keamanan yang dinilai sangat parah ini.

Celah kerentanan ini memungkinkan hacker menjalankan kode berbahaya di server yang terdampak dan dapat mengungkap data sensitif. Walaupun tidak semua website yang menggunakan PHP rentang terhadap celah ini, penggunaan PHP yang luas menimbulkan kekhawatiran tentang potensi skala serangan.

Dalam postingan blognya, OpenAI mengatakan mereka menghabiskan dua bulan terakhir berkolaborasi dengan koalisi pengelola PHP, peneliti keamanan, dan perusahaan keamanan siber untuk menangani kerentanan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan OpenAI, perusahaan keamanan siber Calif menemukan salah satu celah kerentanan menggunakan model GPT-5.6 Sol sebagai bagian dari Patch the Planet, program keamanan siber OpenAI.

Pencipta ChatGPT itu menyebut kerentanan tersebut salah satu masalah keamanan siber paling genting dalam beberapa waktu terakhir. Mereka menyoroti pentingnya peran sistem AI dalam mengidentifikasi kerentanan dalam software yang banyak digunakan dan ancaman risiko kemampuan serupa dapat disalahgunakan oleh penjahat siber.

ADVERTISEMENT

Dalam laporan terpisah, Google mengatakan unit keamanan sibernya, Wiz, menggunakan model AI untuk menemukan dan menyelidiki kerentanan tersebut, sementara Gemini AI berkontribusi untuk menilai kerentanan, menguji potensi serangan, dan memverifikasi perbaikan.

Pengelola PHP memimpin upaya perbaikan celah kerentanan tersebut. OpenAI, Wiz, Cloudflare, dan mitra lainnya memberikan kontribusi riset dan membantu mempersiapkan perlindungan sebelum celah keamanan tersebut dipublikasikan.

Presiden OpenAI Greg Brockman dalam postingannya di Twitter/X memberikan penjelasan lebih rinci tetang PHP2SHELL. Ia mengatakan bug ini sudah ada di PHP selama 14 tahun.

Versi kecil bug ini ditemukan pada tahun 2024, tapi saat itu tidak dianggap cukup serius. Calif menemukan versi lainnya pada bulan Agustus pada tim OpenAI secara independen menemukan versi lengkapnya pada bulan September.

Brockman mengatakan koalisi tersebut berencana mengungkap kerentanan tersebut pada 22 Oktober, tapi informasinya bocor lebih awal dan pengelola PHP merilis perbaikannya sehari lebih cepat, seperti dikutip detikINET dari Mashable, Kamis (22/10/2026).

OpenAI mengatakan PHP bukan kasus terakhir dari jenis kerentanan ini. Mereka mengaku telah menemukan beberapa kerentanan serius lainnya dan memperkirakan laporan penemuan serupa akan meningkat dalam eberapa bulan ke depan.



(vmp/vmp)




Hide Ads