CEO SpaceX Elon Musk mengatakan bahwa perusahaannya membatasi akses Ukraina terhadap Starlink karena Ukraina melanggar persyaratan layanan Starlink.
"Militer Ukraina melanggar persyaratan layanan Starlink dan menggunakannya untuk serangan drone ofensif guna membunuh orang. Celah tersebut telah ditutup pekan lalu," sebutnya di X.
"SpaceX JAUH LEBIH BANYAK berbuat untuk membela Ukraina dibandingkan perusahaan swasta mana pun di Bumi," demikian tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat Ukraina pada hari yang sama menyatakan sistem komunikasi satelit Starlink dan Starshield milik SpaceX telah memulihkan layanan berkecepatan tinggi yang sebelumnya diperlambat.
"Sistem pemantauan Kementerian Pertahanan Ukraina secara resmi mencatat pemulihan kecepatan Starlink/Starshield. Koneksi tetap stabil (saat peralatan bergerak) pada kecepatan di atas 400 km/jam," sebut Kementerian Pertahanan Ukraina.
"Sebelumnya, sistem pemantauan mencatat adanya pembatasan pada pengoperasian Starlink/Starshield. Kini, indikator kecepatan telah kembali pulih," tambah pihak kementerian.
Starlink adalah jaringan internet satelit komersial SpaceX yang lebih luas, sementara Starshield adalah layanan operasi pemerintah milik perusahaan tersebut yang dibangun menggunakan teknologi Starlink.
Sebelum pengumuman Musk, sempat terjadi kebingungan mengenai pihak mana yang memerintahkan pembatasan layanan berkecepatan tinggi tersebut. Musk awalnya mengklaim dalam pemerintah AS yang bertanggung jawab, sementara Presiden Donald Trump menyatakan tidak tahu-menahu soal itu.
Trump mengonfirmasi laporan Wall Street Journal minggu ini yang menyebutkan bahwa ia telah meminta Musk untuk mencabut pembatasan tersebut. "Saya telah berbicara dengan Elon Musk," katanya.
Sejak 14 Oktober, pejabat Ukraina menuduh SpaceX melemahkan kemampuan negara itu untuk mempertahankan diri karena memberlakukan batas kecepatan pada Starshield, versi khusus militer Starlink.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan terus memantau pengoperasian sistem tersebut. "Hasil (pemulihan) ini merupakan hal yang paling penting bagi garis depan kita, untuk kebutuhan militer, pengerahan drone, logistik, serta komunikasi," tegas Menteri Pertahanan Yevgeny Khmara yang dikutip detikINET dari CNBC.
Anggota parlemen AS dari kedua partai mendesak dilakukannya penyelidikan resmi terhadap Musk dan SpaceX terkait dugaan perubahan sepihak yang dilakukan perusahaan itu pada layanannya di Ukraina.