Sistem peringatan dini tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System/InaTEWS) akan diluncurkan Kementerian Riset dan Teknologi pada November 2008. Rencananya akan ada 23 buoy (pelampung) pendeteksi tsunami yang mencakup Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Ridwan Djamaludin, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, mengatakan pemantauan apakah setiap buoy itu berfungsi tak perlu dengan mendatangi titik penyebaran buoy. "Saya bisa kirim SMS ke stasiun penerima untuk mengetahui (secara otomatis) apakah (buoy) berfungsi atau tidak. Baru didatangi ke lokasi jika bermasalah," tutur Ridwan dalam ujicoba InaTEWS di Pantai Selago, Banten, Rabu (26/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini setiap unit menggunakan sumber energi dari baterai yang perlu diganti setahun sekali. Ke depannya, lanjut Ridwan, buoy itu akan menggunakan panel tenaga surya agar memiliki daya tahan lebih lama. (wsh/wsh)