Menurut Kusmayanto, pemancing kerap nebeng menambatkan kapal mereka pada buoy (pelampung) peringatan tsunami. "Padahal buoy itu tidak kuat untuk menahan kapal, karena pakai kabel. Kalau kapal bergerak terbawa air, kebetot (putus-red) kabelnya," ujar Kusma di sela-sela ujicoba sistem peringatan dini tsunami yang digelar di wilayah Cilegon, Banten, Rabu (26/12/2007).
Ridwan Djamaludin, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, mengatakan pada akhir 2008 direncanakan ada 23 unit buoy yang terpasang di seluruh indonesia. Rinciannya, ada 10 unit buatan indonesia, 10 buatan Jerman, 1 unit buatan Amerika Serikat (AS), 1 unit produksi bersama AS-Indonesia, dan 1 unit buatan Norwegia yang disediakan oleh Malaysia.
Baik Kusmayanto maupun Ridwan enggan mengungkapkan berapa besaran investasi Ristek untuk sistem peringatan dini. Namun, menurut Ridwan satu unit buoy di pasaran mencapai US$ 500.000. "Tapi saya tidak mengatakan harga segitu yang kita keluarkan untuk buoy yang kami kembangkan. Ada biaya riset, coba-coba, litbang, dan operasional lainnya," tukasnya di Pantai Selago, Banten.
(wsh/wsh)