Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fenomena Mahasiswa Gen Z Pakar AI Raup Duit Triliunan

Fenomena Mahasiswa Gen Z Pakar AI Raup Duit Triliunan


Fino Yurio Kristo - detikInet

Lulusan Tsinghua University
Foto: Lulusan Tsinghua University
Beijing -

Booming AI di China membuat para mahasiswa yang ahli di bidang AI kaya raya. Mahasiswa Universitas Tsinghua, kampus paling top di China, yang berusia 20-an berhasil menarik pendanaan ratusan juta dolar untuk startup AI.

Di antara yang paling menonjol adalah Liu Songming, yang mendirikan startup AI fisik LiberAI akhir 2025 saat mengejar gelar doktor di Tsinghua. Liu berusia 23 tahun ketika ia memulai perusahaannya.

LiberAI, yang mengembangkan teknologi robotika, mengemudi otonom, dan simulasi industri, sejak itu menyelesaikan enam putaran pendanaan dalam 10 bulan, mengumpulkan lebih dari 1 miliar yuan (Rp 2,6 triliun).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Liu lulus sebagai lulusan terbaik di kelas ilmu komputer Tsinghua dan memenangkan beasiswa mahasiswa tertinggi di universitas tersebut. Penelitiannya berfokus pada embodied AI (AI berwujud), yang bertujuan untuk memungkinkan mesin memahami dan berinteraksi dengan dunia fisik.

Liu adalah bagian dari gelombang peneliti muda Tsinghua yang mengubah karya akademis menjadi perusahaan. Media teknologi China, 36Kr, menyoroti beberapa pengusaha Tsinghua yang lahir setelah tahun 2000, yang menarik investasi besar, beberapa di antaranya saat masih kuliah.

ADVERTISEMENT

Salah satunya Qin Shentao (25), mahasiswa doktoral School of Vehicle and Mobility Tsinghua pendiri perusahaan AI fisik OriginFlow di 2025. Perusahaan itu mengumpulkan sekitar 500 juta yuan. OriginFlow mengembangkan gelang yang mendeteksi niat seseorang untuk bergerak, menghasilkan data dunia nyata untuk melatih robot.

Hu Yucheng, yang juga berusia 25 tahun dan mahasiswa doktoral Tsinghua, mendirikan startup embodied AI LatentVerse pada bulan Mei setelah melakukan penelitian bersama tim Seed milik ByteDance.

Tiga bulan kemudian, LatentVerse mengumpulkan pendanaan awal ratusan juta yuan dari investor termasuk GL Ventures serta perusahaan robotika AgiBot dan Robot Era. Penelitian Hu berfokus pada upaya membantu robot memprediksi bagaimana dunia fisik akan berubah sebagai respons terhadap tindakan mereka.

Tempat Lahirnya Para Founder

Tsinghua, yang menempati peringkat pertama di Asia dan ke-11 global dalam Times Higher Education World University Rankings 2027, rekam jejaknya panjang dalam mencetak pengusaha teknologi.

Lebih dari 1.000 perusahaan didirikan alumni Tsinghua, termasuk belasan unicorn, menurut platform intelijen pasar Tracxn. Universitas ini mendorong mahasiswa terjun ke dunia penelitian sejak dini.

Salah satu pengusaha teknologi baru Tsinghua paling menonjol adalah Yang Zhilin, lulusan ilmu komputer yang mendirikan Moonshot AI, pengembang chatbot Kimi. Model AI-nya menarik perhatian di Silicon Valley karena menghadirkan kemampuan canggih berbiaya jauh lebih rendah.

Yang lulus sebagai lulusan terbaik tahun 2015 sebelum meraih gelar doktor di Carnegie Mellon University dan bekerja di Google Brain serta Meta. Ia mendirikan Moonshot tahun 2023. Moonshot baru-baru ini menyelesaikan putaran pendanaan dengan valuasi sekitar USD 50 miliar dan bergerak menuju IPO di Hong Kong pada kuartal pertama 2027.

Lingkungan Tsinghua mendorong mahasiswa bergerak dinamis antara penelitian akademis dan kewirausahaan. William Chen, salah satu pendiri startup AI di Singapura, Sapient Intelligence, mengaku lebih memilih Tsinghua dibanding universitas AS setelah mengunjungi kampus di Beijing tersebut sebelum mendaftar.

"Kami berdiskusi tentang melakukan penelitian bersama dan yang mengejutkan, ternyata tidak seperti yang saya asumsikan sebelumnya. Suasananya sangat terbuka dan mereka punya infrastruktur luar biasa di sana untuk mendukung mahasiswa pengusaha," katanya.



(fyk/afr)




Hide Ads