Salah satu anggota ShinyHunters, kelompok peretas yang mengaku mencuri data Federal Bureau of Investigation (FBI), telah ditangkap. Pria berusia 24 tahun ini diadili pada 29 September 2026.
"Anda tahu cara menemukan kami, dan kami tahu cara menemukan Anda. Saya sarankan Anda menghubungi kami terlebih dahulu selagi pilihan masih ada di tangan Anda," kata Asisten Direktur FBI, Brett Leatherman, pada 29 September dalam sebuah pidato, dikutip dari USA Today, Kamis (1/10/2026).
Sebenarnya Direktur FBI, Kash Patel, dalam unggahan media sosialnya, tidak menyebutkan nama orang yang ditangkap oleh Kepolisian Nasional Belanda ini. Namun dirinya mengatakan bahwa orang ini merupakan salah satu pemimpin yang diduga dari ShinyHunters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Reuters melaporkan bahwa ia mendapatkan informasi dari Benjamin Korper dari perusahaan keamanan siber, Neo Security, yang berbasis di Amsterdam mengatakan pria tersebut ialah Pepijn van der Stap sebagai kepala keamanan ofensif di perusahaannya.
Korper bercerita kepada Reuters bahwa tim penyelidik forensik Belanda mengunjungi kantornya pada 15 September 2026. Hari itu merupakan malam Van der Stap ditangkap oleh polisi yang mana kejadiannya cukup dramatis karena melibatkan granat kejut (flashbang).
Diketahui kalau Van der Stap pernah dihukum pada 2023 atas pelanggaran pencurian data dan pemerasan. Lalu, pada Desember 2025 dirinya dibebaskan dari penjara.
Namun dalam sebuah pernyataan, ShinyHunters menegaskan bahwa Van der Stap tidak memiliki hubungan dengan mereka. ShinyHUnters kemudian menyebut polisi Belanda tidak kompeten.
"Ini bukan ancaman. Tidak akan terjadi apa-apa," kata mereka.
Para pejabat belum mengatakan bagaimana kelompok tersebut mendapatkan akses ke FBIjobs.gov. Berdasarkan memo internal di FBI, sepertinya mereka yang saat ini masih menjadi karyawan hingga yang sudah keluar pun ikut terdampak.
"Kepada anggota ShinyHunters yang tersisa... Penangkapan memiliki cara untuk mengubah siapa yang bersedia berbicara, dan penyitaan infrastruktur memiliki cara untuk menunjukkan kepada kita siapa yang masih tersisa. Semakin lama Anda bertahan di sini, semakin banyak yang kami pelajari tentang Anda," kata Leatherman.
Seperti diberitakan sebelumnya, FBI kena hack dan pelakunya mengaku mencuri ribuan data karyawannya. 404 Media pertama kali melaporkan dugaan peretasan ini. Mereka menyatakan kelompok hacker bernama ShinyHunters membagikan daftar berisi 5.000 nama yang diduga sebagai pejabat FBI kepada mereka.
Pendiri 404 Media, Joseph Cox, mengatakan bahwa meskipun ShinyHunters belum merilis data yang diklaim curian tersebut ke publik, kelompok itu memberi sampel cukup besar kepada beberapa jurnalis.
Sedikit informasi, Sejak 2017, FBIJobs.gov menjadi situs bagi para pencari kerja yang ingin melamar di FBI, baik untuk posisi agen maupun staf pendukung.