Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kelompok Hacker Jebol FBI, Data yang Dicuri Mengejutkan

Kelompok Hacker Jebol FBI, Data yang Dicuri Mengejutkan


Fino Yurio Kristo - detikInet

kantor FBI
Kantor FBI. Foto: Dok. fbi.gov
Jakarta -

Federal Bureau of Investigation (FBI) selaku badan investigasi prestisius Amerika Serikat dilaporkan kena hack yang mencuri data ribuan pegawainya. Yang mengejutkan, dugaan peretasan data kepegawaian FBI mencakup data medis sangat sensitif dari ribuan agen. Hasil tes darah dan urine termasuk dalam catatan yang dicuri.

Seorang reporter BBC News mengaku telah melihat sampel hasil pemeriksaan medis 'kelaikan kerja' yang dicuri tersebut, setelah para hacker menghubunginya.

404 Media pertama kali melaporkan dugaan peretasan ini. Mereka menyatakan kelompok hacker bernama ShinyHunters membagikan daftar berisi 5.000 nama yang diduga sebagai pejabat FBI kepada mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendiri 404 Media, Joseph Cox, mengatakan bahwa meskipun ShinyHunters belum merilis data yang diklaim curian tersebut ke publik, kelompok itu memberi sampel cukup besar kepada beberapa jurnalis.

ADVERTISEMENT

Pada bulan Mei, FBI telah mengeluarkan peringatan layanan masyarakat terkait ancaman dari ShinyHunters, yang mereka gambarkan sebagai kelompok kejahatan siber spesialis pembobolan data berskala besar dan pemerasan.

Anggota ShinyHunters biasanya menggunakan strategi mengirimkan pesan teks dan panggilan telepon yang bernada ancaman pada korban beserta anggota keluarganya, dan dalam beberapa kasus, melakukan laporan palsu ke polisi.

Peringatan tersebut juga menyebutkan bahwa memiliki akses ke data sensitif dapat memberi kelompok itu kesempatan untuk menjual data curian kepada pelaku kejahatan siber lainnya.

Cox menyebut dalam kasus dugaan peretasan FBI ini, motif utamanya mungkin bukan uang. Menurutnya, ShinyHunters ingin FBI meralat berbagai klaim yang pernah dibuat oleh lembaga tersebut mengenai kelompok mereka.

Dikutip detikINET dari ABC, Sabtu (26/9/2026), FBI menyebut pihaknya mengetahui adanya sindikat kejahatan siber yang mengklaim telah membobol portal FBIJobs.gov dan dugaan adanya dampak terhadap informasi identitas pribadi milik pegawai FBI.

"Meskipun titik peretasannya masih belum dipastikan apakah dari pihak ketiga atau jaringan internal FBI, kami secara aktif dan agresif menyelidiki masalah ini, serta bekerja sama erat dengan penyedia pihak ketiga yang mendukung FBIJobs.gov untuk memitigasi segala bentuk risiko," sebut FBI.

Sejak 2017, FBIJobs.gov menjadi situs bagi para pencari kerja yang ingin melamar di FBI, baik untuk posisi agen maupun staf pendukung.

Menurut sumber yang memahami masalah ini, FBI saat ini terus menelusuri sejauh mana skala peretasan tersebut serta informasi apa saja yang mungkin bocor.



(fyk/fyk)
TAGS




Hide Ads