Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Anak Lebih Suka Curhat ke AI, Orang Tua Harus Bagaimana?

Anak Lebih Suka Curhat ke AI, Orang Tua Harus Bagaimana?


Rachmatunnisa - detikInet

London, UK - 05 03 2025: Apple iPhone screen with Artificial Intelligence icons internet AI app application ChatGPT, DeepSeek, Gemini, Copilot, Grok, Claude, etc.
Foto: Getty Images/alexsl
Jakarta -

Sebagian anak dan remaja menggunakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya untuk mencari informasi atau membantu belajar, tetapi juga sebagai tempat bercerita. Fenomena ini bisa menjadi tantangan bagi orang tua yang ingin tetap menjadi tempat aman bagi anak untuk berbagi cerita.

Psikolog Klinis dan Keluarga sekaligus Co-Founder Good Enough Parents, Pritta Tyas Mangestuti, mengatakan orang tua perlu membangun hubungan yang membuat anak merasa aman untuk bercerita tanpa takut langsung dihakimi atau dimarahi.

Menurut Pritta, ada tiga hal yang perlu dipahami orang tua ketika menghadapi anak atau remaja yang lebih nyaman bercerita kepada AI. Hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah memastikan anak merasa dicintai tanpa syarat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga hal perlu diketahui para orang tua, basic needs anak-anak adalah dicintai unconditional, dicintai apa adanya," kata Pritta dalam media gathering PandAI OpenAI di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Karena itu, lanjutnya, ketika anak menceritakan sesuatu yang mungkin membuat orang tua terkejut atau tidak setuju, respons pertama sebaiknya bukan langsung memberikan penilaian. Pritta mengatakan orang tua perlu tetap tenang meskipun sebenarnya dalam hati merasa was-was.

ADVERTISEMENT

"Ketika anak bercerita sesuatu yang menurut kita mungkin, 'Waduh, begini ya', harus stay cool, meskipun di dalam hati kita berkecamuk, tapi jangan mengeluarkan komentar-komentar yang langsung membuat anak merasa dihakimi," ujarnya.

Menurutnya, respons orang tua pada momen tersebut dapat menentukan apakah anak akan kembali menjadikan orang tua sebagai tempat bercerita. Jika setiap cerita langsung diikuti penghakiman atau kemarahan, anak bisa merasa lebih aman mencari tempat lain untuk bercerita, termasuk kepada AI.

OpenAIPritta Tyas Mangestuti Psikolog Klinis dan Keluarga sekaligus Co-Founder Good Enough Parents. Foto: OpenAI

Hal kedua adalah memahami apa yang sedang terjadi dalam diri anak ketika memasuki masa pra-remaja dan remaja. Pritta mengatakan orang tua pun perlu aktif belajar mengenai perubahan yang dialami anak, baik dari sisi emosi maupun fisik.

"Orang tua itu perlu tahu anak saya nih, misalnya sudah masuk usia pra-remaja atau remaja, apa yang sedang terjadi dalam dirinya. Nah, ini perlu belajar. Bisa dari mana saja," katanya.

Sebagai contoh, ketika anak memasuki usia sekitar 13 tahun atau mulai masuk SMP, mereka berada dalam fase pubertas. Pada masa tersebut, menurut Pritta, dapat muncul berbagai gejolak yang memengaruhi cara anak melihat dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya. Anak bisa menjadi lebih sensitif terhadap penilaian sosial, merasa dikucilkan, merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya, hingga mulai mengalami ketertarikan romantis.

Dengan memahami fase perkembangan tersebut, orang tua diharapkan tidak buru-buru menganggap perubahan perilaku anak sebagai bentuk pembangkangan atau sikap yang tidak masuk akal.

Hal ketiga, berkaitan dengan cara orang tua membangun kedekatan dengan remaja. Pritta menyebut, orang tua perlu mengetahui bagaimana cara menjalin relasi dan koneksi yang intim dengan anak, termasuk memahami cara berkomunikasi yang sesuai dengan karakter remaja.

"Kalau remaja itu nggak bisa ya, 'Ayo sini-sini duduk, Mama atau Papa mau ngomong'. Nggak bisa (dengan cara itu)," kata Pritta.

Karena itu, orang tua perlu belajar memilih cara bertanya yang tidak membuat anak merasa sedang diinterogasi. Tujuannya bukan membuat anak menceritakan segala sesuatu kepada orang tua, melainkan membangun kepercayaan secara perlahan sehingga anak tahu bahwa orang tuanya dapat menjadi tempat yang aman untuk bercerita dan bertanya.



(rns/rns)




Hide Ads