Jensen Huang bertahun-tahun mengenakan jaket kulit hitam khas. Dalam wawancara baru-baru ini dengan CBS News, CEO Nvidia ini memberikan penjelasan mengenai mengapa dia tidak mengubah penampilannya dan memilih warna hitam
"Hitam adalah ketiadaan pilihan," kata Huang. Pakaiannya bukan sekadar soal mode, tapi juga rutinitas. Jika pakaian sudah ditentukan sejak awal, perhatiannya bisa dialihkan ke hal lain, tidak perlu bingung memilih baju.
Filosofi tersebut menempatkan Huang dalam tradisi Silicon Valley yang sudah tidak asing lagi. Steve Jobs sangat lekat dengan sweter hitam dan celana jins biru terkait kepraktisan dan keinginan untuk tidak menghabiskan waktu memilih pakaian.
CEO Meta Mark Zuckerberg mengambil pendekatan serupa dengan kaus abu-abu dan pakaian kasual. Ia mengatakan ingin mengurangi jumlah keputusan yang menyita perhatiannya.
Lemari pakaian Zuckerberg saat ini memang lebih bervariasi, tapi ide dasarnya tetaplah hilangkan pilihan yang sepele dan simpan perhatian penuh untuk hal-hal yang berdampak besar.
Berapa banyak jaket yang dimiliki Huang?
Ketika ditanya tentang jumlah jaket kulit hitamnya, Huang tidak begitu yakin, sekitar 30 hingga 40 jaket. "Istri saya sering membelikan jaket ini untuk saya," kata salah seorang manusia terkaya dunia itu.
Tahun lalu dalam wawancara dengan NYT, ia mengonfirmasi telah berpakaian sama selama hampir 20 tahun. Menurut berbagai laporan, Huang dikenal sering mengenakan pakaian dari rumah mode mewah Tom Ford.
Pada pidato tahun 2025, Huang tampak mengenakan jaket kulit hitam bergaya biker dari Tom Ford. Tahun sebelumnya, ia mengenakan jaket Tom Ford bermotif kulit kadal.
Dikutip detikINET dari First Post, satu jaket kulit hitam buatan Tom Ford dibanderol dengan harga sekitar USD 10.000 yang meski sangat mahal bagi kebanyakan orang, tentu sangat kecil dibandingkan dengan kekayaannya,
Forbes memperkirakan kekayaan Huang mencapai USD 187,4 miliar pada 16 September 2026, menempatkannya di posisi kedelapan dalam peringkat miliarder real time. Kekayaannya meroket tajam seiring dengan kenaikan harga saham Nvidia dan ekspansi industri AI.
Simak Video "Video: NVIDIA Tetap Optimistis Berbisnis di China di Tengah Tarif Trump"
(fyk/fyk)