×
Ad

Pria Ini Jadi Detektif di LinkedIn, Temukan 60 Ribu Loker Palsu

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 26 Sep 2026 05:45 WIB
Foto: Getty Images/stockcam
Jakarta -

Seorang korban pemutusan hubungan kerja (PHK) asal Amerika Serikat, Jay Jones, mendedikasikan waktunya untuk memberantas kejahatan penipuan lowongan kerja (job scam) di dunia maya.

Menggunakan julukan "The Profiler", Jones yang di-PHK dari industri periklanan pada akhir 2023 mengeklaim telah membantu menurunkan hampir 60.000 iklan lowongan kerja fiktif serta menandai sekitar 7.000 profil penipu yang mayoritas beroperasi di platform LinkedIn.

Fenomena penipuan ini makin meresahkan karena memanfaatkan profil terverifikasi, halaman perusahaan resmi, hingga deskripsi pekerjaan profesional untuk mengecoh para pencari kerja.

Modus Canggih: Pemanfaatan AI hingga Pembajakan Akun Terverifikasi

Aksi para peretas dan penipu lowongan kerja dinilai makin canggih dan terstruktur:

  • Pemanfaatan AI & Pencurian Data: Penipu menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menyusun penawaran kerja yang disesuaikan dengan CV calon korban. Penipuan berkisar dari permintaan biaya perbaikan CV hingga modus pencurian data sensitif seperti lisensi mengemudi dan nomor jaminan sosial.
  • Pembajakan Akun Terverifikasi: Penipu mengambil alih akun LinkedIn terverifikasi yang sudah tidak aktif, mengubah riwayat kerja, lalu mencantumkan diri sebagai rekruter di perusahaan ternama (seperti firma rekruitmen Argenta Talent Acquisition).
  • Loker Palsu di Halaman Resmi Perusahaan: Jones menemukan puluhan iklan pekerjaan fiktif yang menumpang di halaman LinkedIn resmi milik perusahaan besar seperti Hyundai Motor dan Capital One, di mana pelamar diarahkan ke situs luar tak resmi atau email pribadi.

Celah Aturan LinkedIn dan Rencana Perbaikan

Jones mengkritik kebijakan prosedur LinkedIn yang memberi tenggat waktu hingga 14 hari bagi akun bermasalah untuk memperbarui informasi atau mengajukan banding sebelum afiliasi perusahaan palsu dapat dicopot. Menurutnya, jeda waktu tersebut memberi kesempatan bagi penipu untuk mengincar lebih banyak korban.

Menanggapi hal tersebut, Vice President of Trust Product LinkedIn, Oscar Rodriguez, menyatakan bahwa sistem otomatis LinkedIn telah memblokir hampir 90 juta akun palsu pada paruh kedua tahun 2025 sebelum sempat tayang. LinkedIn juga mengumumkan bakal meluncurkan fitur baru akhir bulan ini yang memungkinkan perusahaan terverifikasi untuk mencabut afiliasi akun karyawan palsu secara instan.

Aksi Detektif Mandiri dengan 50 Tab Browser

Di samping terus mencari pekerjaan tetap dan menjadi pengemudi Uber, Jones kini aktif melatih profesional keamanan siber untuk mengenali taktik penipuan lowongan kerja.

Dalam melacak jaringan penipu yang sangat rumit, Jones mengaku kerap membuka sekitar 50 tab browser sekaligus di komputernya hingga menyebabkan browser milik timnya mengalami crash beberapa kali dalam seminggu, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Sabtu (26/9/2026).



Simak Video "Video: Hati-hati! Ini Tandanya Jika Akun Gmail Sudah Diretas"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork