Semuanya berawal ketika pria berusia 22 tahun ini mendaftar ke layanan telepon seluler Bell Canada, dengan tarif USD 171 per bulan, dengan penawaran akses internet tanpa batas. Staniaszek yakin bahwa dengan penawaran ini dia bebas menggunakan ponselnya untuk tersambung dengan koneksi internet, mengunduh banyak data, film-film high definition dan aplikasi yang boros bandwith lainnya. Maka tanpa ragu sedikit pun, Staniaszek mengakses internet dari ponsel barunya.
Hingga suatu hari, tagihan pertamanya datang. Dia sangat terkejut dengan besarnya tagihan yang harus dibayarkan. "Aku tidak bisa berpikir jernih ketika menerima tagihan. Aku pikir mungkin telah terjadi kesalahan," ujar Staniaszek, seperti dikutip detikINET dari ABC, Senin (17/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, juru bicara dari Bell Canada menuturkan bahwa perusahaannya hanya akan meminta Staniaszek membayar sebesar $CAD 3.243 ($CAD 1 = Rp 9.136,15, sumber: xe.com) atau sekitar Rp 29 juta, sebagai wujud itikad baik dari Staniaszek.
(dwn/dwn)