Banyak penumpang merasa sudah mencari harga tiket terbaik, tetapi biaya yang dibayarkan tetap lebih mahal dari rata-rata. Kenaikan biaya perjalanan kerap dianggap sebagai hal yang tak terhindarkan, padahal sebagian bisa dipengaruhi oleh kebiasaan saat memesan tiket yang tidak disadari.
Kebiasaan tersebut semakin terasa pada rute menuju daerah yang memiliki jumlah kursi lebih terbatas dibandingkan dengan rute antarkota besar. Salah satunya rute tiket pesawat Pontianak, yang mencatat 115 penerbangan per minggu pada September 2026. Rute ini dilayani delapan maskapai, sehingga pilihan harga yang tersedia cukup beragam dan selisih tarif antaropsi dapat cukup lebar.
Mengenali kebiasaan yang membuat harga tiket mahal lebih berguna daripada hanya menunggu promo datang. Maka dari itu, berburu tiket pesawat murah sebaiknya dimulai dengan memperbaiki cara memesan. Berikut tujuh kebiasaan yang diam-diam menaikkan total pengeluaran Anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Memesan Terlalu Dekat dengan Tanggal Keberangkatan
Jarak waktu antara pemesanan dan keberangkatan juga kerap luput dari perhatian penumpang. Menurut Traveloka, waktu ideal untuk membeli tiket domestik adalah 6-8 minggu sebelum keberangkatan, dengan hari ke-45 sebagai titik optimal. Sementara itu, tiket penerbangan internasional sebaiknya dipesan 3-6 bulan sebelumnya. Menunda pemesanan pada rute internasional berpotensi membuat harga tiket meningkat lebih signifikan.
2. Memilih Hari Keberangkatan yang Paling Diminati
Permintaan tiket yang berbeda setiap harinya turut memengaruhi harga penerbangan. Menurut Traveloka, Selasa dan Rabu menjadi hari keberangkatan termurah karena sepi penumpang. Sebaliknya, tarif melambung pada Jumat hingga Minggu akibat tingginya kebutuhan liburan dan pulang kampung. Menggeser tanggal terbang sehari saja dapat menghemat anggaran tanpa memengaruhi durasi perjalanan.
3. Memesan pada Akhir Pekan
Hari saat melakukan pemesanan juga dapat memengaruhi harga tiket. Melansir Traveloka, penumpang disarankan menghindari pemesanan pada Jumat hingga Minggu ketika permintaan cenderung meningkat. Selasa atau Rabu malam disebut sebagai waktu yang lebih tepat untuk bertransaksi, terutama saat maskapai memperbarui tarif dan menawarkan promo. Pemesanan pada pukul 23.00-05.00 juga dapat dipertimbangkan ketika aktivitas pencarian relatif lebih rendah, sehingga peluang mendapatkan harga yang lebih kompetitif bisa lebih besar.
4. Membeli Bagasi di Bandara
Membeli bagasi langsung di bandara jauh lebih mahal ketimbang secara daring. Data Traveloka mencatat bagasi Pelita Air secara daring dibanderol Rp25 ribuan hingga Rp35 ribuan per kg, tetapi melonjak jadi Rp40 ribuan hingga Rp50 ribuan per kg di bandara. Pada TransNusa, biaya tambahan bagasi 5 kg secara daring berkisar Rp150 ribuan, sedangkan di bandara mencapai Rp175 ribuan. Timbang barang bawaan dari rumah dan belilah jatah bagasi lebih awal demi menghindari pembengkakan biaya.
5. Mengabaikan Perbedaan Jatah Bagasi Antarmaskapai
Tiket dengan harga murah juga belum tentu sudah mencakup bagasi tercatat. Misalnya, Super Air Jet mengenakan biaya mulai Rp85 ribuan untuk bagasi 10 kg, sedangkan Pelita Air memberikan jatah bagasi gratis hingga 20 kg. Kebijakan bagasi setiap maskapai pun dapat berubah. Melansir Traveloka, Lion Air menetapkan jatah bagasi tercatat 10 kg sejak 17 Juli 2025. Sementara itu, mulai 1 September 2026, Garuda Indonesia menerapkan sistem piece concept yang menghitung jatah bagasi gratis berdasarkan jumlah koper.
6. Mengabaikan Pilihan Bandara Asal
Kota besar dengan beberapa bandara menawarkan variasi penerbangan dan harga yang berbeda. Melansir Traveloka, rute Soekarno-Hatta menuju Denpasar dilayani sembilan maskapai dengan 249 penerbangan per minggu per September 2026, sedangkan dari Halim Perdanakusuma hanya dua maskapai. Persaingan ketat di Soekarno-Hatta menghasilkan opsi tarif lebih kompetitif dibanding Halim pada tanggal yang sama.
7. Memantau Harga secara Manual Tanpa Alat Bantu
Memantau tarif secara manual sering kali membuang waktu. Fitur price alert dari Traveloka dapat memantau harga selama 24 jam dan memberi notifikasi saat tarif mendadak turun. Fitur otomatis ini sangat membantu pada rute ramai, seperti Soekarno-Hatta menuju Pontianak. Anda cukup memasang batas anggaran tanpa perlu menebak waktu terbaik untuk membuka aplikasi.
Memperbaiki kebiasaan memesan membantu Anda mendapatkan tarif hemat tanpa mengorbankan kenyamanan perjalanan. Seluruh harga dan kebijakan maskapai ini tentu dapat berubah sewaktu-waktu.
Beli Tiket Pesawat Lebih Mudah dengan Traveloka
Mengevaluasi kebiasaan memesan tiket akan lebih praktis ketika harga, jadwal penerbangan, hingga pilihan bagasi dapat dipantau dalam satu aplikasi. Traveloka menyediakan beragam kebutuhan perjalanan di Asia Tenggara, mulai dari tiket pesawat dan hotel hingga asuransi perjalanan. Pengguna juga dapat memilih berbagai metode pembayaran, seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan PayLater.
Untuk memudahkan pencarian tiket sesuai kebutuhan, pengguna dapat memanfaatkan aplikasi Traveloka dan mengaktifkan fitur pemantauan harga. Dengan begitu, perubahan harga dan penawaran tiket dapat dipantau sebelum menentukan waktu pemesanan.
(akd/ega)