×
Ad

Cegah Penyalahgunaan AI, CapCut Siapkan Watermark Gaib dan Standar C2PA

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB
Foto: Dok. Capcut
Jakarta -

Di tengah maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk pembuatan konten digital, isu transparansi serta potensi penyalahgunaan seperti deepfake dan pelanggaran hak cipta menjadi perhatian serius di industri kreatif.

Merespons tantangan tersebut, platform penyunting video CapCut menerapkan langkah-langkah proteksi dan transparansi teknologi dalam ajang AI Content Fest 2026 guna memastikan para kreator dapat berkreasi secara bertanggung jawab.

Langkah ini diambil untuk mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi tanpa mengabaikan etika digital dan perlindungan karya cipta.

Perlindungan Ganda untuk Akuntabilitas Konten

CapCut menyematkan fitur transparansi bawaan pada konten yang diproses menggunakan alat penyuntingan berbasis AI milik mereka:

  • Invisible Watermarks (Tanda Air Tak Kasatmata): Penyisipan penanda khusus yang tidak terlihat secara kasat mata pada berkas video. Fitur ini berfungsi menandai bahwa konten dikembangkan atau disunting menggunakan bantuan AI tanpa merusak estetika visual film saat ditayangkan di layar lebar.
  • Kredensial Konten Standar C2PA: Integrasi dengan standar Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA) untuk mencatat riwayat dan rekam jejak digital asal-usul konten. Standar ini memudahkan audiens maupun platform untuk memverifikasi keaslian serta riwayat modifikasi suatu video.
  • Edukasi Berkreasi Bertanggung Jawab: Head of Content Operations CapCut Indonesia, Jessica Wowor, menegaskan bahwa penerapan teknologi transparansi ini bertujuan membantu kreator mengeksplorasi cara bercerita yang lebih ambisius sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap karya yang dihasilkan.

Panggung AI Content Fest 2026 dan Potensi Ekonomi Kreatif

Digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81 dengan mengusung tema "Small Stories. Big Screen. One Nation", CapCut AI Content Fest 2026 menjadi festival film pendek berbasis AI perdana yang mengumpulkan cerita nusantara dari berbagai daerah.

Gelaran ini juga sejalan dengan dorongan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf/Bekraf) terhadap pemanfaatan teknologi, mengingat sektor ekonomi kreatif Indonesia berhasil menyumbang lebih dari Rp 1.500 triliun terhadap PDB nasional pada 2024.

Sepuluh film finalis terpilih diputar langsung di layar sinematik dan mendapat masukan serta penilaian langsung dari lima juri profesional industri film tanah air, yakni Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

Di samping fitur keamanan, para finalis memanfaatkan berbagai solusi penyuntingan CapCut Video Studio seperti auto captions, text-to-speech, background removal, hingga audio enhancement.

Dengan penerapan tanda air tak kasatmata dan rekam jejak C2PA, CapCut berharap inovasi teknologi AI di industri kreatif dapat terus berkembang pesat secara aman, transparan, serta menghormati hak cipta para kreator.



Simak Video "Video Pesan Wapres Gibran untuk Generasi Muda: Gunakan AI untuk Belajar"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork