Perlombaan membangun pusat data untuk AI akan memiliki dampak besar terhadap lingkungan. Selain membutuhkan energi yang besar, proyek ini juga akan menghasilkan limbah elektronik dalam jumlah fantastis.
Menurut laporan Basel Action Network (BAN), sampah elektronik yang dihasilkan AI dalam 25 tahun ke depan dapat memenuhi kontainer yang cukup untuk mengelilingi Bumi hingga enam kali.
Namun, BAN mengatakan tidak ada rencana untuk mengelola limbah tersebut-yang biasanya mengandung bahan beracun seperti timbal, merkuri, kadmium, bahan kimia yang sulit terurai, dan logam berharga yang sulit didaur ulang.
"Limbah elektronik sudah menjadi aliran limbah yang pertumbuhannya paling cepat di planet, dan hanya seperlima yang dikelola dengan benar," kata co-founder BAN Jim Puckett, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (17/9/2026).
Saat ini ada 4.871 pusat data baru yang sedang dalam tahap pembangunan di Amerika Serikat. Meskipun tidak semuanya ditujukan sebagai pusat data AI, sebagian di antaranya akan digunakan untuk tujuan tersebut.
BAN menghitung volume limbah elektronik yang terkait dengan server yang dipakai untuk AI, dan ribuan ton tembaga, baja, dan beton yang dipakai untuk mendinginkan, mendistribusikan daya, serta peralatan jaringan dan penyimpanan daya yang dibutuhkan untuk operasi pusat data.
Untuk menghitung estimasi totalnya, BAN memperkirakan jumlah daya komputasi yang diproyeksikan oleh analis yaitu sekitar 100 gigawatt kapasitas baru di seluruh dunia pada tahun 2030.
Mereka menganalisis berapa banyak peralatan yang dibutuhkan pusat data berdasarkan beratnya, seperti server yang masing-masing beratnya mencapai 1.360 kg, switch yang beratnya hingga 30 kg, dan ratusan kilogram kabel tembaga yang menghubungkan masing-masing rak.
Peralatan tersebut tidak dirancang untuk diperbaiki dan dipakai kembali, serta harus diganti baru setiap 2-5 tahun. Selain itu, laporan BAN juga memperkirakan pengembangan AI akan memaksa pengguna mengganti smartphone dan laptop lebih cepat karena kebutuhan komputasi untuk sistem baru.
Dengan mempertimbangkan berbagai jenis limbah elektronik yang akan dihasilkan, laporan BAN memproyeksikan penggantian peralatan yang didorong oleh AI akan menghasilkan hingga 13 juta ton limbah elektronik setiap tahun pada tahun 2030.
"AI mungkin terasa ringan, tapi setiap model bergantung pada perangkat keras canggih dan khusus dalam jumlah besar," kata Puckett.
"Jika perusahaan dan pemerintah tidak mulai merencanakan gelombang tsunami limbah baru ini, pembangunan AI dapat menjadi krisis limbah beracun yang jauh lebih dahsyat daripada yang sudah kita alami," imbuhnya.
Simak Video "Video: Sampah Elektronik Menumpuk, Harus Bagaimana?"
(vmp/vmp)