OpenAI mengaku berhasil menyelesaikan persoalan matematika Navier-Stokes yang tidak berhasil dipecahkan selama 90 tahun. Namun klaim tersebut diprotes oleh seorang profesor matematika yang mengklaim penelitian mereka dicuri oleh OpenAI.
Dalam pernyataan resminya, OpenAI mengatakan mereka menyelesaikan persoalan itu menggunakan model AI baru dan sekitar 10.000 agen AI hanya dalam waktu 88 jam.
"Agen-agen tersebut memiliki akses ke berbagai alat seperti kemampuan untuk membaca versi internet yang di-cache, dan kemampuan untuk menjalankan kode," kata OpenAI dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (11/9/2026).
"Agen-agen tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kemampuan berkomunikasi di dalam grup. Ukuran kelompok bervariasi, dan kelompok yang menghasilkan resolusi Navier-Stokes melibatkan sekitar 10.000 agen yang berjalan secara bersamaan," sambungnya.
Navier-Stokes adalah satu dari tujuh Millennium Prize Problems, yang dianggap sebagai salah satu persoalan matematika paling sulit di awal abad ini. Persoalan tersebut berkaitan dengan bagaimana fluida bergerak, dan selama 90 tahun aspek-aspek penting dari persoalan tersebut belum memiliki bukti atau argumen yang mendasari persamaan matematika.
Clay Mathematics Institute, badan yang mendirikan Prize Problems, belum mengomentari solusi yang diajukan OpenAI. Namun, klaim OpenAI langsung diprotes keras oleh Tristan Buckmaster, profesor matematika di New York University.
Dalam pernyataan resmi di website-nya, Buckmaster mengatakan ia berkolaborasi dengan Levent Alpöge, yang bekerja di Anthropic, untuk menyelesaikan sejumlah persoalan matematika, termasuk Navier-Stokes.
Buckmaster mengatakan Alpöge menerima tip bahwa informasi tentang progres mereka telah diteruskan ke OpenAI. Ia mengaku cara OpenAI mendapatkan solusi tersebut mirip seperti cara kerja mereka sendiri.
Buckmaster juga mempertanyakan apakah model OpenAI sudah dilatih atau memiliki akses ke sesinya di layanan Codex. Ia mengaku telah menggunakan beberapa large language model untuk membantu penelitiannya.
"Saya ingin menegaskan apa yang tidak saya klaim. Saya belum melihat bukti OpenAI. Saya tidak tahu apa yang model mereka lakukan, atau bagaimana. Saya tidak tahu apakah data kami digunakan," kata Buckmaster.
Dalam pernyataannya, OpenAI mengatakan upaya mereka untuk menyelesaikan persoalan Navier-Stokes dimulai pada 1 September setelah mendengar desas-desus tentang progres teka-teki tersebut, yang kemudian mereka ketahui terkait dengan Alpöge dan Buckmaster.
"Kami (para peneliti dan agen) tidak melihat pekerjaan mereka melalui cara apa pun sampai mereka merilisnya secara publik - khususnya tidak ada data pengguna spesifik yang diakses untuk memecahkan masalah ini," kata OpenAI.
"Meskipun tidak mungkin, kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa data anonim yang diperoleh dari penggunaan produk kami membantu meningkatkan model kami," imbuhnya.
Simak Video "Video: Penggunaan ChatGPT Melesat, OpenAI Sentuh Pendapatan Rp 162,7 T"
(vmp/vmp)