Hal itu diungkapkan Dirjen Pemasaran Depbudpar, Thamrin B. Bachri ketika dihubungi detikINET via telepon genggamnya, Rabu (12/12/2007).
Menurutnya, biaya promosi tersebut diperlukan untuk memperluas pangsa pasar pariwisata Indonesia di sejumlah wilayah terutama di dataran Eropa Timur, seperti Rusia. Pasalnya, lanjut Thamrin, turis dari negara ini berpotensi untuk diserap oleh pariwisata kita. "Apalagi didukung dengan adanya penerbangan langsung dari sana ke Indonesia, Jadi kita ingin fokus ke Eropa Timur," tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Thamrin tidak bisa menyebutkan presentase yang diambil untuk promosi dari pagu 10 miliar di tahun 2008 ini. Namun ia mencontohkan, biaya promosi yang dihabiskan oleh negara tetangga kompetitor kita yang harus menguras sampai US$ 2 juta atau senilai Rp 18,5 miliar untuk berpromosi di media internet dunia, macam Google dan Yahoo. "Jadi mereka sangat concern untuk promosi ini," ujarnya.
Thamrin menandaskan, selain untuk promosi dan penambahan fitur, anggaran 10 miliar tersebut juga bakal digunakan untuk biaya maintenance dan penambahan teknis.
(ash/wsh)