Kualitas udara patut menjadi perhatian di tengah polusi perkotaan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kabar baiknya, kondisi udara di sekitar kita bisa dipantau langsung lewat HP.
Asap karhutla dapat membawa partikel halus dan menyebar jauh mengikuti arah angin. Sementara erupsi Anak Krakatau juga menghasilkan abu vulkanik yang dapat terbawa angin menuju wilayah sekitar Selat Sunda hingga daerah lain.
BMKG terus memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Pada lapisan atmosfer tertentu, abu dapat bergerak menuju Banten, Lampung, Jawa Barat hingga kawasan Jabodetabek, bergantung pada arah dan kecepatan angin.
Namun, terdeteksinya abu vulkanik di atmosfer tidak berarti konsentrasinya di permukaan sama di semua wilayah. Karena itu, penting mengecek kualitas udara di lokasi masing-masing sebelum beraktivitas di luar rumah.
Salah satu cara paling praktis adalah menggunakan aplikasi IQAir AirVisual.
Cara Cek Kualitas Udara di HP Pakai IQAir
IQAir AirVisual tersedia untuk Android dan iPhone. Aplikasi ini menampilkan kualitas udara secara real-time, prakiraan kualitas udara, serta informasi berbagai polutan berdasarkan ketersediaan data di lokasi pengguna.
Berikut cara mengeceknya:
- Download aplikasi IQAir AirVisual di Google Play Store atau App Store.
- Buka aplikasi dan berikan izin lokasi agar dapat menampilkan kondisi udara di sekitar kamu.
- Perhatikan angka AQI (Air Quality Index) yang muncul pada halaman utama.
- Semakin tinggi nilai AQI, semakin buruk kualitas udara.
- Ketuk informasi kualitas udara untuk melihat data lebih detail.
- Perhatikan konsentrasi PM2.5 dan PM10, jika tersedia.
- Tambahkan lokasi lain jika ingin membandingkan kondisi udara beberapa daerah.
- Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan peringatan ketika kualitas udara berubah.
IQAir juga menyediakan prakiraan kualitas udara sehingga pengguna bisa memperkirakan kondisi beberapa jam hingga beberapa hari berikutnya.
Saat terjadi karhutla maupun erupsi gunung api, jangan hanya melihat warna dan angka AQI. Perhatikan pula konsentrasi partikulat seperti PM2.5 dan PM10.
PM2.5 merupakan partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.
Sementara PM10 mencakup partikel yang lebih besar. Debu dan material partikulat di udara dapat berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasinya.
Kualitas udara juga bisa berbeda antarlokasi dalam satu kota. Karena itu, sebaiknya gunakan data dari stasiun pemantauan yang paling dekat dengan posisi kamu.
Cek Juga Data Resmi BMKG
Data IQAir sebaiknya dibandingkan dengan pemantauan resmi BMKG, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kondisi regional.
BMKG menyediakan pemantauan PM2.5 secara near real-time dari berbagai wilayah Indonesia. Tersedia pula informasi terkait prediksi partikulat kabut asap, hotspot dan potensi karhutla.
Khusus aktivitas gunung api, BMKG mempunyai Citra Sebaran Abu Vulkanik berbasis satelit yang dapat digunakan untuk melihat pergerakan abu di atmosfer.
Jadi, IQAir AirVisual bisa menjadi cara cepat mengecek kualitas udara lewat HP, sedangkan BMKG dapat digunakan sebagai sumber pembanding untuk memantau partikulat, karhutla dan sebaran abu vulkanik.
Perlu dicatat, peningkatan PM2.5 atau PM10 di aplikasi tidak otomatis berarti penyebabnya adalah abu Anak Krakatau atau karhutla. Partikulat juga bisa berasal dari kendaraan bermotor, industri, debu, konstruksi dan sumber pencemaran lainnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(afr/afr)