Dalam riset tersebut, yang dikutip detikiNET dari AFP, Selasa (11/12/2007), para peneliti menyimpulkan bahwa pengguna yang berbicara via ponsel lebih dari 22 jam per bulan beresiko terkena kanker kelenjar ludah 50 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak.
Resiko ini akan meningkat jika pengguna terus menerus memakai ponsel di satu sisi telinga yang sama, tidak memakai hands free atau pemakaian di daerah pedesaan di mana radiasi ponsel lebih tinggi karena masih jarangnya antena pemancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian dipimpin Dr Siegal Sadetzki, seorang pakar kanker dan radiasi dari Chaim Sheba Medical Centre, Israel. Studi ini juga bagian dari program penelitian badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO).
Riset yang mengaitkan antara tumor atau kanker dengan pemakaian ponsel seperti ini telah kerap kali dilakukan, namun terkadang dengan hasil yang kontradiktif. Sebelumnya, pemakaian ponsel pernah dikaitkan dengan terjadinya kanker otak. Namun ada pula penelitian yang justru menyimpulkan sebaliknya. (fyk/ash)