Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bill Gates Peringatkan Badai PHK Pekerja Kantoran hingga Buruh

Bill Gates Peringatkan Badai PHK Pekerja Kantoran hingga Buruh


Fino Yurio Kristo - detikInet

Bill Gates
Bill Gates Peringatkan Badai PHK Pekerja Kantoran hingga Buruh. Foto: 9News Australia
Jakarta -

Bill Gates memperingatkan saat ini tidak ada rencana yang bagus untuk menghadapi pergolakan sosial, politik, dan ekonomi yang akan segera ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI). PHK karena munculnya AI menurutnya mulai mencemaskan.

Salah satu pendiri Microsoft tersebut mengatakan AI bisa menjadi penyetara terbesar yang pernah diciptakan atau sumber ketidakadilan terburuk. Ia tidak melihat bukti bahwa pemimpin, pakar, dan masyarakat menghadapi tantangan tersebut secara memadai.

Dalam esai barunya, Gates mengatakan AI dapat menggusur para pekerja di seluruh sektor ekonomi, menekan rekrutmen pekerja pemula, dan memaksa pembuat kebijakan memikirkan kembali masalah ketenagakerjaan, pendidikan, dan jaring pengaman sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Esai ini merupakan pergeseran dari pernyataan Gates sebelumnya yang cenderung tak terlalu membahas bahaya AI. Gates menyebut badan nasional dan institusi internasional yang baru pada akhirnya dibutuhkan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap risiko AI.

"Tantangannya sangat monumental. Bahkan dalam keadaan terbaik sekalipun, transisi ke era AI yang baru ini akan menjadi salah satu masa paling penuh gejolak dalam sejarah umat manusia," kata Gates.

Lingkaran setan

Gates berpendapat bahwa, tidak seperti pergeseran teknologi sebelumnya, AI dapat menggantikan pekerjaan kognitif manusia di berbagai industri dengan lebih cepat daripada kemampuan pekerja yang tergusur beralih ke peran baru.

"Kita butuh waktu mempersiapkan diri menghadapi periode pergolakan sosial, politik, dan ekonomi yang akan segera kita masuki," tulisnya.

"Sayangnya saat ini kita tidak bersiap untuk itu. Saya tidak melihat bukti bahwa para pemimpin, pakar, dan masyarakat menghadapi tantangan ini secara memadai. Tidak ada rencana mempermudah jalan masuk ke era AI," imbuhnya yang dikutip detikINET dari CNBC.

Menurutnya, pekerja kerah putih sudah mulai terdampak. Bidang penjualan, dukungan pelanggan, rekayasa software, dan pekerjaan paralegal berpotensi menjadi area pertama yang terpukul. AI pada akhirnya bisa mengambil alih berbagai tugas termasuk menilai pinjaman sampai menganalisis data.

Pekerja kerah biru juga akan menghadapi tekanan karena robot yang semakin canggih harganya menjadi lebih murah. Sementara generasi muda berisiko memasuki pasar tenaga kerja dengan lebih sedikit lowongan.

Persaingan dapat mempercepat adopsi ini karena berbagai perusahaan akan menggunakan AI dan robotika untuk penghematan, sehingga memaksa pesaing ikut melakukannya. "Kombinasi robot dan AI dapat menciptakan lingkaran setan," tambahnya.

Gates menyebut AI dapat mempercepat inovasi dalam mengatasi berbagai tantangan teknis terberat seperti menyediakan energi bersih andal, memerangi perubahan iklim, menghasilkan makanan, dan memberantas penyakit.

Namun pengelolaan transisi ke AI butuh badan-badan nasional baru untuk mengoordinasikan kebijakan di berbagai bidang, mulai ketenagakerjaan, perpajakan, energi, pemilihan umum, kesehatan masyarakat, sistem keuangan, hingga keamanan nasional.

"Tapi bahkan sebuah negara yang berhasil menata urusan dalam negerinya sendiri pun akan tetap terpapar risiko lintas batas. Inilah sebabnya mengapa sebuah organisasi internasional perlu dibangun paralel," cetusnya.



(fyk/afr)




Hide Ads