Google mengumumkan perombakan jajaran pimpinan bidang kecerdasan buatan (AI) seiring dengan hengkangnya kepala ilmuwan Jeff Dean yang telah menjabat selama hampir tiga dekade. Kepergiannya menambah daftar panjang kepergian tokoh-tokoh penting yang melanda raksasa teknologi tersebut di tengah upaya memimpin perlombaan kecerdasan buatan.
Di X, CEO Google Sundar Pichai menjelaskan posisi baru yang berkaitan dengan AI. Demis Hassabis CEO Google DeepMind akan menjabat sebagai ketua dan kepala ilmuwan perusahaan. Sementara itu, kepala teknologi Google DeepMind Koray Kavukcuoglu akan memimpin pengembangan model Gemini 4 terbaru Google.
Hassabis akan tetap memimpin Isomorphic Labs. Isomorphic Labs ialah sebuah startup penemuan obat berbasis AI yang berbasis di London dan merupakan hasil pemisahan (spin-off) dari Google. Hassabis termasuk salah satu pendiri DeepMind, laboratorium penelitian AI yang diakuisisi Google pada tahun 2014. Ia telah memimpin divisi AI Alphabet selama beberapa tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir, setelah kiprah luar biasa selama 27 tahun, Jeff Dean kini ingin mencoba sesuatu yang baru, dan kami sangat antusias untuk mendukungnya dalam langkah tersebut. Jeff bersama Sanjay Ghemawat, seorang Google Senior Fellow, sedang mendirikan perusahaan independen yang berorientasi pada kemaslahatan publik guna mempercepat penemuan di bidang machine learning (ML), sains, dan rekayasa," terang Pichai di blog Google.
Jeff Dean merupakan salah satu karyawan pertama perusahaan yang telah mengabdi selama 27 tahun. Adapun alasannya pergi adalah untuk mendirikan perusahaan rintisan (startup) AI miliknya sendiri, Discovery Loop. Dia merintis perusahaan tersebut bersama tiga karyawan senior lainnya, menurut sebuah unggahan di blog perusahaan.
Startup baru milik Dean bertujuan untuk mengotomatisasi penemuan ilmiah. Ia berpendapat bahwa proses manual saat ini lambat dan memakan banyak tenaga kerja, namun dapat dibuat lebih efisien dengan penggunaan AI.
Sejumlah karyawan lama Google di antaranya Oriol Vinyals, Quoc Le, dan Sanjay Ghemawat, yang merupakan peneliti ilmiah papan atas dunia, turut bergabung dengan Dean untuk menjalankan usaha baru ini. Tujuannya adalah meningkatkan skala otomatisasi penemuan ini guna mendukung kemajuan dalam penemuan obat serta mengatasi tantangan global seperti energi bersih.
Selain investasi dari Google, Radical Ventures dan Khosla Ventures turut memimpin putaran pendanaan awal (seed round) untuk perusahaan baru tersebut.
Melansir The Post, Minggu (9/8/2026), saat ini, sang raksasa Silicon Valley berupaya meyakinkan investor bahwa investasi besar-besaran mereka di bidang AI akan membuahkan hasil. Terutama karena model ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic masih kokoh memimpin sebagai chatbot teratas.
Akan tetapi, sejumlah pentolan dan pakar di Google memilih cabut dan pindah ke perusahaan lain. Bahkan di antaranya memutuskan untuk bernaung di payung perusahaan saingan Google.
Noam Shazeer, ilmuwan komputer senior dan peneliti AI terkemuka di Google, baru-baru ini meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan pesaingnya, OpenAI. Di lain sisi, John Jumper, peraih Hadiah Nobel atas karyanya pada model AI AlphaFold, pindah ke Anthropic.

