Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jepang Dipanggang Panas Ekstrem, 'Kulkas Manusia' Laris Manis

Jepang Dipanggang Panas Ekstrem, 'Kulkas Manusia' Laris Manis


Virgina Maulita Putri - detikInet

Do Hiemon Box alias kulkas manusia
Jepang Dipanggang Panas Ekstrem, 'Kulkas Manusia' Laris Manis Foto: Trusco
Jakarta -

Perusahaan Jepang mengembangkan solusi unik untuk mengatasi panas ekstrem yang sedang melanda negaranya. Solusi itu berupa 'kulkas manusia' yang sudah terjual ratusan unit.

Produk bernama Do Hiemon Box itu baru diluncurkan awal tahun ini oleh Trusco Nakayama. Bentuknya mirip seperti lemari pendingin, dengan material dari stainless steel dan tinggi sekitar 2,1 meter.

Lemari pendingin itu memiliki pintu akrilik yang transparan dan tempat untuk duduk di dalamnya. Bentuknya sangat mirip seperti sauna pribadi, tapi fungsinya untuk mendinginkan pengguna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Setelah pengguna duduk di dalamnya, kulkas ini akan menghembuskan udara dingin dari belakang dan atas dengan suhu sekitar 5 derajat Celsius. Udara dingin itu diarahkan ke leher dan bagian tubuh atas.

Pengguna dapat memilih dari tiga pengaturan temperatur dan aliran udara yang disediakan. Mesin ini akan mati secara otomatis setelah 20 menit untuk mencegah pendinginan yang berlebihan.

Trusco mengatakan kulkas ini dirancang untuk mencegah kondisi kesehatan serius yang disebabkan oleh panas ekstrem dengan memberikan pengguna tempat untuk menurunkan suhu badannya dengan cepat. Mesin ini ditujukan untuk tempat kerja di karyawannya sering terpapar panas ekstrem, termasuk pabrik, gudang, dan area konstruksi.

"Konsepnya lebih berfokus pada penyediaan alat yang dapat membantu mencegah kondisi panas menjadi semakin parah, alih-alih sekedar menyediakan tempat untuk beristirahat," kata General Manager Trusco Fumiaki Matsubara kepada Bloomberg, seperti dikutip dari Gizmodo, Jumat (7/8/2026).

Sejak diluncurkan, Trusco sudah menjual sekitar 200 unit kulkas manusia dengan harga sekitar 1,5 juta yen atau sekitar Rp 170 jutaan. Beberapa pembeli perangkat unik ini termasuk pabrik baja, perusahaan konstruksi, lapangan golf, universitas, dan sejumlah fasilitas rekreasi.

Produk ini hadir di saat Jepang sedang menghadapi musim panas dengan suhu ekstrem mencapai 40 derajat Celsius. Pada bulan April, Badan Meteorologi Jepang mengumumkan istilah baru untuk menyebut hari dengan suhu setidaknya 40 derajat Celsius yaitu 'kokushobi' yang diterjemahkan sebagai hari dengan panas ekstrem.



(vmp/afr)




Hide Ads