Hal ini terungkap dari survei yang digelar perusahaan sekuriti Symantech terhadap sejumlah warga Australia. Menurut riset tersebut, sebanyak 2/3 responden mengaku lebih suka berbagi informasi dengan orang lain di internet daripada di dunia nyata. Status anonim (tidak dikenal) di internet menjadi alasan kenyamanan tersebut. Alhasil, mereka pun bisa lebih terbuka menunjukkan identitas diri.
ITWire yang dikutip detikINET, Minggu (2/12/2007) melansir, sejumlah 63 persen responden mengaku menggunakan nama asli di dunia maya dan sepertiganya juga mencantumkan alamat rumah mereka, sedangkan 29 persen responden bahkan menyebutkan detail rekening bank dan nomor kartu kredit mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ironisnya, 66 persen responden percaya bahwa banyak orang tidak terlalu memikirkan konsekuensi mem-posting informasi pribadi mereka di internet. Padahal jelas-jelas hal ini bisa mengundang resiko terjadinya kejahatan di dunia maya.
Sebanyak 17 persen responden beralasan bahwa profil mereka di dunia maya lebih merupakan cerminan tentang 'ingin menjadi seperti apa mereka' ketimbang tentang 'siapa mereka sebenarnya'.
(ash/ash)