×
Ad

Dulu Dihancurkan Facebook, Myspace Rencanakan Comeback

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 04 Agu 2026 13:09 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pada awal tahun 2000-an, media sosial yang populer di kalangan pengguna internet adalah Friendster dan Myspace. Keduanya akhirnya tumbang karena tidak mampu bersaing dengan Facebook, tetapi Myspace berencana hadir kembali.

Chris dan Tim Vanderhook, pemilik perusahaan yang membeli Myspace pada tahun 2011, mengungkap rencananya untuk menghadirkan kembali platform media sosial tersebut. Keduanya mengonfirmasi niatnya itu dalam dokumenter bertajuk 'Myspace'.

"Kami masih memiliki Myspace," kata Tim Vanderhook dalam dokumenter tersebut, seperti dikutip dari Mashable, Senin (3/8/2026).

"Kami akan meluncurkan Myspace kembali. Kami hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya," sambungnya.

Namun, saat ini kebangkitan Myspace baru sekedar rencana. Chris dan Tim Vanderhook tidak mengungkap tanggal peluncuran, timeline pengembangan, atau fitur klasik Myspace apa yang akan dibawa kembali.

Myspace diluncurkan pada tahun 2003 oleh co-founder Tom Anderson (yang dikenal dengan julukan 'Tom from Mysapce') dan Chris DeWolfe. Pada tahun 2006, Myspace menjadi website yang paling banyak dikunjungi di Amerika Serikat, mengalahkan Google dan eBay.

Daya tarik utama Myspace adalah pilihan kustomisasi yang berlimpah. Pengguna bisa mengedit profilnya dengan HTML dan CSS, mengubah latar belakang dan font, hingga memilih lagu yang akan diputar secara otomatis setiap profil dikunjungi.

Myspace sempat beberapa kali berganti kepemilikan. Pada tahun 2005, News Corp mengakuisisi Myspace dan perusahaan induknya, Intermix Media, dengan nilai USD 580 juta. Ketika Facebook datang dan mulai mendominasi jagat media sosial, Myspace sempat beberapa kali berganti kepemimpinan seiring dengan penurunan jumlah penggunanya.

Pada tahun 2011, News Corp menjual Myspace kepada Specific Media dan Justin Timberlake sebesar USD 35 juta. Pada tahun 2013, pemilik baru Myspace mengungkap desain baru platform yang fokus kepada musik, tapi mereka tidak berhasil menggaet audiens seperti masa jayanya.

"Kami benar-benar mencoba memodernisasinya, tetapi saat itu perusahaan sudah berbeda. Itu bukan Myspace yang sama," jelas Tim.

Jika Myspace benar-benar kembali, mereka harus menghadapi persaingan yang lebih ketat. Bukan hanya Facebook, mereka juga harus berkompetisi dengan Instagram, Twitter/X, Threads, Bluesky, dan media sosial lainnya.



Simak Video "Penghargaan Inovasi Birokrasi untuk Media Sosial DPR RI"

(vmp/vmp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork