Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
OpenAI Astra Klaim Pecahkan 10 Masalah Matematika yang Lama Buntu

OpenAI Astra Klaim Pecahkan 10 Masalah Matematika yang Lama Buntu


Adi Fida Rahman - detikInet

OpenAI
OpenAI Astra Klaim Pecahkan 10 Masalah Matematika yang Lama Buntu Foto: GSM Arena
Jakarta -

OpenAI memperkenalkan kemampuan Astra, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang belum dirilis ke publik. Astra diklaim menghasilkan 10 kemajuan dalam matematika dan ilmu komputer teoretis, termasuk persoalan yang telah lama mengalami kebuntuan.

Hasil yang diumumkan pada 1 Agustus 2026 itu mencakup geometri dimensi tinggi, teori pengkodean, teori grup, kompleksitas kuantum, kriptografi berbasis kisi, dan kombinatorika ekstremal.

Menurut OpenAI, argumen matematika untuk temuan tersebut dihasilkan oleh versi internal Astra. Manusia kemudian membantu menyusun hasilnya menjadi makalah menggunakan model AI yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Setiap pembuktian turut diformalkan menjadi sertifikat Lean. Dengan sertifikat tersebut, komputer dapat memeriksa struktur dan konsistensi logis pembuktian secara sistematis.

Hal yang tak kalah menarik adalah biaya komputasinya. OpenAI memperkirakan seluruh token untuk menemukan 10 hasil tersebut hanya menghabiskan sekitar USD 2.000 atau setara Rp 36 juta berdasarkan tarif API Sol.

Sepuluh Kemajuan Matematika Astra

Berikut hasil yang dipublikasikan OpenAI:

  1. Batas atas baru untuk kepadatan susunan bola berdimensi tinggi.
  2. Peningkatan batas ukuran kode biner dan kode bola berdimensi tinggi.
  3. Konstruksi yang menunjukkan keberadaan kelompok non-sofic.
  4. Bantahan terhadap dugaan kekakuan Connes.
  5. Batas bawah baru dalam kompleksitas sirkuit aritmatika.
  6. Teorema pengulangan paralel untuk permainan kuantum dua pemain.
  7. Tingkat kesulitan pendekatan masalah vektor terdekat.
  8. Penyelesaian dugaan volume Ehrhart pada setiap dimensi.
  9. Batas bawah super-eksponensial untuk bilangan Ramsey multicolor.
  10. Hasil baru mengenai dugaan kekompakan dan degenerasi graf ekstremal.

OpenAI telah merilis makalah, sertifikat Lean, dan uraian proses untuk setiap hasil. Dokumen tersebut memungkinkan para matematikawan memeriksa pembuktian Astra secara independen.

"Argumen matematikanya sendiri dihasilkan oleh sistem kami," kata OpenAI dalam pengumuman resminya.

AI Mulai Menemukan Ilmu Baru?

Pengumuman Astra memicu perbincangan di X, Bluesky, Reddit, Hacker News, dan komunitas matematika. Hasil tersebut dianggap menunjukkan AI mulai bergerak dari sekadar merangkum pengetahuan menjadi alat yang mampu menghasilkan temuan baru.

Matematikawan University of Manchester Thomas Bloom di akun X miliknya menuliskan hal ini sebagai "berita besar". Namun, ia menolak anggapan bahwa AI telah sepenuhnya menggantikan matematikawan karena Astra dibangun menggunakan pengetahuan yang dikembangkan manusia selama lebih dari satu abad.

OpenAI juga mengakui Astra belum berhasil menyelesaikan Millennium Prize Problems. Jadwal peluncuran, harga, dan hubungan model ini dengan GPT-5 atau GPT-6 pun belum diumumkan.

Karena itu, 10 hasil tersebut masih harus dipandang sebagai kemajuan yang diklaim OpenAI. Validitas dan signifikansinya perlu ditelaah lebih luas sebelum diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.



(afr/afr)




Hide Ads