Ilham Akbar Habibie, Ketua Investor Group Agains Digital Divide (IGADD) menjelaskan, demokrasi 2.0 terinspirasi dari fenomena di dunia maya yang dikenal dengan sebutan web 2.0. Yaitu suatu aktifitas interaktif yang terjadi di internet, yang bisa membuat produk dan gerakan yang baru.
Demokrasi 2.0, diyakini Ilham, mengacu pada bentuk partisipasi kewargaan yang dapat terlaksana berkat inovasi terbaru di bidang teknologi digital. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan web 2.0, sebagai fasilitas website yang memungkinkan komunikasi dua arah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal ini tentunya harus diikuti ketersediaan infrastruktur, dalam hal ini kemudahan akses internet bagi semua kalangan. "Sehingga nantinya, penetrasi internet diharapkan diisi oleh demokrasi warga Indonesia, tidak hanya untuk (sekadar) memilih bupati dan presiden," ujar Ilham, dalam konferensi pers forum diskusi ahli bertajuk 'Demokrasi 2.0: Menuju Kewargaan yang Partisipatif' di The Habibie Center -- Jakarta -- Rabu (28/11/2007).
Forum yang digelar pada 6 Desember 2007 ini adalah respon terhadap program perluasan broadband internet dan aplikasi teknologi komunikasi dan informasi Depkominfo. Tujuannya, untuk merumuskan framework bagi program pemerintah untuk mewujudkan kewargaan yang partisipatif serta mendiskusikan konsep demokrasi 2.0.
(ash/ash)