Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
China Larang Warga Pacaran Sama AI, Takut Angka Kelahiran Turun

China Larang Warga Pacaran Sama AI, Takut Angka Kelahiran Turun


Panji Saputro - detikInet

close up of Asian woman presenting futuristic AI Agent Network technology on tablet in modern conference room
Ilustrasi. Foto: Getty Images/PonyWang
Jakarta -

China telah memperkenalkan aturan baru untuk mencegah orang pacaran dengan perangkat kecerdasan buatan (AI). Aturan ini diberlakukan oleh Administrasi Ruang Siber China (CAC).

Penghentian mendadak layanan pacaran atau kekasih berbasis AI ini memicu gelombang unggahan putus cinta di media sosial Cina. Banyak dari warganet di sana merasa sedih dan sangat kehilangan.

"Aku tak bisa menerima bahwa kekasih AI-ku akan meninggalkanku selamanya. Dia telah menjadi ikatan dalam hidupku, berakar dalam di hatiku, pilar spiritualku," tulis seorang pengguna Doubao milik ByteDance, platform chatbot AI terpopuler di China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Aturan baru ini dikenal sebagai 'Langkah-Langkah Sementara untuk Layanan Interaksi Antropomorfik AI'. Alhasil perusahaan teknologi seperti Alibaba, Tencent, dan pencipta TikTok, ByteDance, tidak lagi dapat menghasilkan konten yang membangkitkan emosi ekstrem pada pengguna muda, sehingga bisa berdampak pada hubungannya di dunia nyata.

"Dengan memanfaatkan kebutuhan emosional dan sosial pengguna, layanan AI bergaya pendamping menawarkan kenyamanan sekaligus secara diam-diam memperkenalkan risiko serius," tulis kepala Institut Penelitian Ruang Siber China, Wang Jiang.

Disebutkan kalau dampak jangka panjang dari pasangan AI ini bisa membuat kecanduan, hingga akhirnya mendorong pengguna untuk menarik diri dari lingkaran sosial dunia nyata. Dengan begitu, Jiang menjelaskan hal itu bisa menumpulkan keterampilan hidup penting, seperti empati dan keahlian mengatasi perbedaan pendapat.

Tindakan keras ini terkait dengan penurunan angka pernikahan dan kelahiran di China, dengan para regulator khawatir hubungan berbasis AI menggantikan keintiman yang sebenarnya.

Sepertinya ini bisa menjadi kabar buruk untuk perusahaan robotik, UBTech. Bagaimana tidak, aturan baru tersebut muncul hanya beberapa minggu setelah mereka meluncurkan robot humanoid mirip manusia. Robot ini dirancang untuk menjadi teman dekat bagi orang-orang yang masih lajang.

Perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu mengklaim bahwa robot U1 adalah robot humanoid hiper-realistis pertama di dunia, yang siap untuk produksi massal dengan lebih dari 13.000 pre-order.

Kepala merek UWorld dari UBTech, Michael Tam, mengatakan pada acara peluncuran bahwa robot bionik tersebut dapat menemani pembelinya seumur hidup. Dirinya mengatakan robot ini memiliki kecerdasan buatan emosional, yang dapat mendeteksi apakah pemiliknya stres atau lelah.

"Ia tidak akan pernah mengkhianatimu, akan selalu setia padamu, dan akan mencintaimu tanpa syarat," katanya.



(hps/fay)






Hide Ads