×
Ad

Komdigi dan Kemensos Uji Coba Digitalisasi Perlinsos di Surabaya

Panji Saputro - detikInet
Jumat, 12 Jun 2026 19:15 WIB
Digitalisasi Perlinsos di Surabaya yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico. Foto: Panji Saputro/detikINET
Surabaya -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan uji coba sistem digital bantuan sosial (bansos) di Surabaya. Melalui portal perlindungan sosial (Perlinsos), mulai dari tahap pendaftaran bansos hingga verifikasi, dilakukan secara online dan transparan.

"Ini sebagai ikhtiar kami dari pihak pemerintah untuk memastikan agar warga yang memang berhak mendapatkan bantuan, itu bisa diberikan secara baik dan tepat sasaran," kata Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, dalam acara Kunjungan Jurnalistik Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kelurahan Pakis, Surabaya, Jumat (12/6/2026).

Fifi menyebutkan, pendataan nama penerima bansos kerap menjadi masalah. Alhasil bantuan pemerintah ini pun tidak sampai kepada orang yang tepat.

Dirinya pun memberi contoh seperti apakah ada warga yang masih terdaftar, tapi sudah pindah tempat tinggalnya. Lalu, apakah ada yang sebenarnya membutuhkan, tapi belum masuk data dirinya atau data belum diperbaharui bertahun-tahun.

"Nah, akibatnya ibu-bapak, bantuan yang seharusnya sampai ke tangan yang tepat, jadinya tidak tepat sasaran, karena itulah hari ini, pemerintah sedang berikhtiar, bekerja keras, memperbaiki data-data melalui digitalisasi, mungkin istilahnya terdengar rumit, tapi sebenarnya sederhana," jelas Fifi.

Fifi mengatakan digitalisasi yang dimaksud adalah data warga dicatat dan diperbaharui dengan lebih rapi menggunakan teknologi. Ia menyampaikan, tujuan melakukan hal ini ialah agar negara bisa lebih kenal dengan warganya dan memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang memang berhak menerimanya.

"Jadi ketika bapak-ibu datang, dan mendaftarkan data ibu-bapak hari ini, sesungguhnya bapak ibu sedang membantu negara agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Kalau datanya benar, kebijakannya Insya Allah juga tepat," ujarnya.

Meski begitu, Fifi menegaskan, digitalisasi bansos bukan sekedar urusan migrasi. Menurutnya, ini adalah perbaikan tata kelola agar semua data bisa terverifikasi dengan baik, dan kemudian memperkuat akurasi serta meningkatkan transparansi kepada masyarakat.

"Dan pada ujungnya kita ingin agar warga yang memang berhak mendapatkan bantuan ini bisa tepat sasaran. Jadi ini yang kami ingin gaungkan kepada masyarakat saat ini," imbuhnya.

Proses pendafataran bansos di portal Perlinsos. Foto: Panji Saputro/detikINET

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, mengaku berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) memang banyak bantuan tidak tepat sasaran. Hal itu lah yang menjadi target pemerintah untuk memperbaiki data dengan digitalisasi.

"Keunggulannya nanti dengan proses ini yang didukung dengan AI, bahwa nanti cuma butuh waktu sekitar 15 menit sampai 45 menit, untuk seseorang itu yang melakukan pendaftaran bisa kemudian didapatkan hasilnya layak atau tidak," kata Robben.

Lanjut, ia mengatakan bahwa uji coba di Surabaya ini masuk ke dalam daftar 42 kota/kabupaten yang menjadi target awal pemerintah. Robben berharap proses sosialisasi dan uji coba ini berjalan dengan baik

"Sehingga kemudian nanti banyak warga kita yang bisa kemudian berpartisipasi menyukseskan proses piloting untuk digitalisasi, karena targetnya kita akan tahun 2027 sudah bisa kita laksanakan secara rasional," ucapnya.

Uji coba digitalisasi Perlinsos pada Hari Jumat, 12 Juni 2026, dihadiri oleh kurang lebih 200 warga setempat. Mereka menjajal mendaftarkan dirinya sebagai penerima bansos melalui portal Perlinsos yang dilakukan secara online. Prosesnya dibantu oleh sejumlah agen yang berada di lokasi, sehingga pendaftaran berjalan lancar dan cepat.



Simak Video "Video: Arnold Ph. Djiwatampu Raih Best Lifetime Achiever Dunia Telekomunikasi "

(hps/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork