Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Agen AI Generasi Baru Bisa Singkirkan Keyboard dan Mouse

Agen AI Generasi Baru Bisa Singkirkan Keyboard dan Mouse


Fino Yurio Kristo - detikInet

ilustrasi komputer
Foto: unsplash
Jakarta -

Setidaknya satu dekade, raksasa teknologi berusaha mengembangkan komputer untuk menangani tugas-tugas rumit atas nama pengguna. Namun, upaya tersebut sebagian besar belum memberi hasil memuaskan. Asisten digital seperti Alexa dan Siri umumnya hanya digunakan untuk hal sederhana seperti alarm dan memutar musik.

Kini, beberapa perusahaan teknologi terbesar meyakini situasinya segera berubah. Nvidia, Microsoft, Google, dan berbagai perusahaan teknologi lainnya memperkenalkan teknologi baru yang diyakini dapat membuka jalan bagi masa depan yang tak lagi banyak bergantung keyboard dan mouse.

Inovasi ini mencakup chip, laptop, dan software baru yang dirancang untuk menggerakkan agen AI agar mampu menyusun dan menjalankan tugas-tugas kompleks secara otonom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuan akhirnya adalah mencari tahu, 'Hei, bagaimana caranya saya cukup memberi tahu komputer apa yang pada dasarnya ingin saya lakukan, lalu membiarkannya mengerjakannya?'" kata Bob O'Donnell, kepala analis di firma riset Technalysis.

Era Baru Ekosistem PC dan AI Lokal

1 Juni lalu, Nvidia meluncurkan chip baru laptop Windows bernama RTX Spark untuk menjalankan agen AI tanpa perlu terhubung cloud. Chip ini memadukan teknologi grafis, komputasi, dan jaringan Nvidia dengan kapasitas memori lebih besar dari laptop standar. Dell, HP, dan Lenovo dijadwalkan akan merilis deretan komputer dengan chip baru ini.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, perangkat Googlebooks mendatang akan mampu menyarankan tindakan ketika pengguna mengarahkan mouse pada sesuatu di layar, seperti otomatis menawarkan untuk mengatur jadwal rapat setelah kursor diarahkan ke tanggal di email.

Asisten generasi sebelumnya memang mampu menangani tugas tunggal tapi belum mampu melakukan pekerjaan dengan banyak tahapan atau memahami preferensi pribadi. Ini mulai berubah setelah model bahasa besar meroket popularitasnya menyusul peluncuran ChatGPT.

Otonomi Agen AI

OpenClaw, asisten AI yang ramai diperbincangkan, mungkin contoh paling nyata tentang bagaimana AI mengubah kebiasaan komputasi. Ia dapat menjalankan program dan menyelesaikan permintaan tanpa perlu terus-menerus diberi instruksi. Sejumlah karyawan di teknologi dilaporkan bahkan mulai memberi perintah suara ke agen AI alih-alih mengetik.

"Situasinya sangat berbeda sekarang karena lebih banyak orang sudah terbiasa menggunakan layanan seperti ChatGPT, Gemini, atau Anthropic," ujar David Naranjo, dari Counterpoint Research.

Baru-baru ini, CEO Nvidia Jensen Huang, mendemonstrasikan bagaimana laptop yang berjalan dengan salah satu chip barunya dapat membantu merancang desain rumah menggunakan agen AI yang beroperasi lintas aplikasi pemodelan 3D.

Di sisi lain, Microsoft menciptakan agen baru Microsoft 365 yang disebut Scout, menggunakan teknologi OpenClaw. Scout dapat beroperasi mengelola berbagai konten di cloud, di komputer pribadi, maupun di web, termasuk aplikasi seperti Outlook dan Teams.

Meski menjanjikan, ahli meyakini sebagian besar orang masih belum akan mengendalikan komputer mereka secara utuh hanya dengan perintah suara dalam waktu dekat. Salah satu alasannya adalah karena laptop generasi baru tersebut kemungkinan besar mahal.

Kebutuhan konsumen belum cukup mendesak membeli laptop baru demi mengimbangi lompatan teknologi. "Teknologi ini belum menjadi sesuatu yang mutlak dibutuhkan, bukan? Dan saya pikir di situlah tantangan yang harus dihadapi Nvidia, Microsoft, dan pemain lainnya," tambah Naranjo.




(fyk/fay)
TAGS






Hide Ads