Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Safari vs Chrome: Lebih Ngebut, Hemat Baterai, dan Susah Dilacak

Safari vs Chrome: Lebih Ngebut, Hemat Baterai, dan Susah Dilacak


Adi Fida Rahman - detikInet

Safari vs Google
Safari vs Chrome: Lebih Ngebut, Hemat Baterai, dan Susah Dilacak. Foto: detikINET
Jakarta -

Persaingan browser kembali memanas. Apple kini semakin agresif menonjolkan Safari sebagai browser yang bukan hanya cepat, tetapi juga lebih hemat baterai dan unggul dalam urusan privasi dibanding Google Chrome.

Lewat berbagai pembaruan terbaru di macOS, iOS, dan iPadOS, Safari diposisikan sebagai browser yang dirancang khusus untuk bekerja optimal di ekosistem Apple. Hasilnya, pengalaman browsing diklaim lebih ringan, responsif, dan aman dari pelacakan digital.

Salah satu klaim paling menarik adalah efisiensi daya. Apple menyebut Safari mampu memberikan hingga 5 jam daya tahan baterai lebih lama dibanding Chrome saat digunakan untuk streaming video di perangkat Mac.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Safari Lebih Kencang di Perangkat Apple

Safari memang dirancang langsung oleh Apple untuk perangkat buatannya sendiri. Integrasi antara software dan hardware ini membuat browser mampu bekerja lebih efisien dibanding browser pihak ketiga.

Safari memanfaatkan optimalisasi mendalam pada chip Apple Silicon seperti M-series di MacBook maupun chipset iPhone dan iPad terbaru. Efeknya terasa pada proses membuka halaman web, scrolling, hingga streaming video yang lebih mulus.

Apple bahkan menyebut performa Safari kini lightning-fast berkat mesin rendering yang terus diperbarui. Bagi pengguna MacBook, keunggulan ini terasa penting karena browser termasuk aplikasi yang paling sering digunakan sehari-hari, baik untuk bekerja, browsing, hingga hiburan.

Baterai Lebih Awet Dibanding Chrome

Keluhan soal Chrome yang boros RAM dan baterai sebenarnya bukan hal baru di kalangan pengguna laptop. Safari mencoba memanfaatkan kelemahan tersebut sebagai nilai jual utama.

Menurut Apple, Safari mampu memberikan daya tahan baterai hingga 5 jam lebih lama saat streaming video dibanding Chrome. Dalam penggunaan sehari-hari, browser yang lebih hemat daya berarti pengguna tidak perlu terlalu sering mencari charger, terutama saat bekerja mobile atau bepergian.

Safari juga dirancang lebih efisien dalam mengelola tab aktif di background sehingga konsumsi resource tetap rendah.

Safari vs ChromeSafari vs Chrome Foto: Apple

Privasi Jadi Senjata Utama Safari

Selain performa, Apple juga terus menjadikan privasi sebagai identitas utama Safari. Safari menjadi browser besar pertama yang memblokir third-party cookies secara default sejak 2019. Langkah ini membuat banyak pelacak iklan kesulitan mengikuti aktivitas pengguna di internet.

Safari juga dibekali Intelligent Tracking Prevention (ITP), fitur berbasis machine learning yang mampu mendeteksi tracker secara otomatis lalu memblokirnya sebelum mengumpulkan data pengguna. Menariknya, pengguna bisa melihat langsung tracker apa saja yang diblokir lewat fitur Privacy Report.

Safari pun diklaim sulit dilacak berkat Anti-Fingerprinting. Seperti diketahui salah satu metode pelacakan modern yang kini banyak digunakan perusahaan iklan adalah fingerprinting.

Teknik ini mengidentifikasi pengguna berdasarkan kombinasi perangkat seperti resolusi layar, font, hingga konfigurasi browser. Safari mencoba melawan metode tersebut lewat fitur Anti-Fingerprinting.

Fitur ini membuat informasi perangkat pengguna menjadi lebih umum dan sulit dikenali secara spesifik oleh tracker. Dengan begitu, identitas digital pengguna jadi lebih sulit dipetakan saat browsing.

iCloud Private Relay

Bagi pelanggan iCloud+, Apple juga menyediakan iCloud Private Relay yang membantu menyembunyikan alamat IP pengguna ketika mengakses internet.

Apple mengklaim sistem ini dirancang agar bahkan Apple sendiri tidak dapat melihat aktivitas browsing pengguna. Safari juga meningkatkan keamanan di mode Private Browsing.

Tidak hanya menyembunyikan riwayat browsing, Safari tetap mengaktifkan proteksi tracker dan anti-fingerprinting bahkan saat mode private digunakan.

Pengguna juga bisa mengunci tab Private memakai Face ID atau Touch ID agar tidak mudah dibuka orang lain. Selain itu, fitur Link Tracking Protection otomatis menghapus parameter pelacakan pada URL yang biasa dipakai pengiklan untuk memonitor aktivitas pengguna.

Safari bahkan memungkinkan pengguna memakai search engine berbeda khusus untuk sesi Private Browsing.

Dengan kombinasi performa tinggi, efisiensi baterai, dan perlindungan privasi yang agresif, Safari kini semakin sulit dipandang sebelah mata. Bagi pengguna ekosistem Apple, Safari bukan lagi sekadar browser bawaan, melainkan mulai menjadi alternatif yang lebih praktis dibanding Chrome untuk penggunaan sehari-hari.

Terlebih di era ketika pelacakan data dan konsumsi baterai menjadi perhatian utama pengguna, strategi Apple lewat Safari terasa semakin relevan.

(afr/fay)






Hide Ads