Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
China Larang Peneliti AI DeepSeek dan Alibaba ke Luar Negeri, Ada Apa?

China Larang Peneliti AI DeepSeek dan Alibaba ke Luar Negeri, Ada Apa?


Virgina Maulita Putri - detikInet

DeepSeek
Foto: Global Times
Jakarta -

China membatasi talenta AI dari perusahaan teknologi seperti Alibaba dan DeepSeek agar tidak bepergian ke luar negeri. Kebijakan baru ini menunjukkan eskalasi dari China untuk melindungi teknologinya dan mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat di bidang AI.

Menurut laporan Bloomberg, badan pemerintahan China mulai memberlakukan pembatasan bepergian untuk individu yang terlibat dalam industri AI dan dianggap penting bagi negara.

Artinya, orang-orang yang dianggap penting dan strategis harus mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang sebelum bepergian ke luar negeri, kata sumber Bloomberg yang tidak ingin namanya disebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pemerintah China sudah bertahun-tahun menetapkan larangan bepergian untuk personel penting, mulai dari peneliti di perguruan tinggi terkemuka hingga ilmuwan nuklir dan eksekutif di perusahaan milik negara. Kini mereka menargetkan talenta di bidang AI.

Di China, sudah biasa bagi perusahaan milik negara untuk menyimpan paspor milik eksekutif senior dan petinggi Partai Komunis China. Perluasan pembatasan perjalanan ke perusahaan swasta yang mulai dilakukan bukan hal yang biasa.

Di antara para profesional AI yang telah diberitahu bahwa mereka dikenai pembatasan bepergian adalah pendiri startup, peneliti, dan eksekutif. Belum diketahui seberapa luas pembatasan ini diberlakukan, dan tingkat senioritas atau posisi tertentu yang menjadi target.

Menurut sumber tersebut, pihak berwenang di China menambahkan individu ke dalam daftar pembatasan bepergian berdasarkan penilaian atas pentingnya kontribusi mereka bagi negara, bukan sekedar berdasarkan senioritas atau tempat kerja, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (26/5/2026).

Kebijakan ini menyoroti bagaimana engineer dan peneliti AI elit sekarang dipandang sebagai aset strategis di China. Sebagian besar talenta AI teratas China muncul di era ChatGPT, dan mereka bekerja di raksasa teknologi atau startup swasta.

Namun, pembatasan ini berisiko melemahkan kemampuan perusahaan AI di China untuk merekrut dan mempertahankan talenta. Hal ini juga dapat menambah kekhawatiran tentang sejauh mana intervensi pemerintah di industri AI.

Sejumlah engineer AI di perusahaan swasta sebelumnya sudah diwajibkan untuk melaporkan rencana bepergian ke luar negeri kepada pihak berwenang, meskipun tidak selalu diminta persetujuan.

Pada tahun 2025, Wall Street Journal melaporkan bahwa pihak berwenang China meminta pendiri dan peneliti AI untuk menghindari kunjungan ke AS, tapi imbauan itu tidak sampai larangan total.




(vmp/vmp)






Hide Ads