×
Ad

Meta Latih AI Pakai Gerak-gerik Karyawan, Bikin Suasana Tak Nyaman

Anggoro Suryo - detikInet
Kamis, 14 Mei 2026 18:00 WIB
Foto: DW (News)
Jakarta -

Meta dilaporkan tengah memperketat pengawasan terhadap penggunaan komputer karyawannya. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memantau kinerja, melainkan untuk mengumpulkan data besar-besaran guna melatih sistem kecerdasan buatan (AI) terbarunya.

Berdasarkan laporan The New York Times, kebijakan ini mewajibkan pengumpulan data mendetail dari laptop perusahaan milik staf Meta di Amerika Serikat. Data yang diambil mencakup segala hal yang diketik karyawan, pergerakan mouse, setiap klik yang dilakukan, hingga rekaman apa saja yang muncul di layar monitor mereka.

Pihak Meta menyatakan bahwa kumpulan data ini sangat krusial untuk membantu sistem AI mempelajari cara manusia menyelesaikan tugas-tugas harian di komputer secara efisien.

Protes Internal dan Tanpa Opsi Opt-Out

Kebijakan ini sontak memicu gelombang protes di forum internal perusahaan. Banyak karyawan, terutama para insinyur, merasa tidak nyaman dengan tingkat pengawasan yang dianggap terlalu dalam tersebut.

"Ini membuat saya sangat tidak nyaman. Bagaimana cara kami untuk keluar (opt-out) dari kebijakan ini?" tulis salah satu manajer teknik di forum internal.

Namun, jawaban dari Andrew Bosworth, Chief Technology Officer (CTO) Meta, justru memicu rasa frustrasi lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa tidak ada pilihan bagi karyawan untuk menolak pemantauan tersebut di laptop korporat mereka. Respons tegas Bosworth ini pun dibanjiri ratusan emoji negatif dari para staf.

Meski begitu, Meta bersikeras bahwa data tersebut dikendalikan dengan sangat ketat dan memiliki perlindungan keamanan untuk konten sensitif. "Data ini tidak digunakan untuk tujuan lain dan tidak akan menjadi risiko kebocoran," tulis Bosworth.

Persaingan Token dan Budaya Automasi

Seiring ambisi Mark Zuckerberg untuk mengejar 'superintelligence', budaya kerja di Meta kini mulai berubah. Penggunaan alat AI kini menjadi metrik performa yang diukur secara nyata melalui dashboard penggunaan 'token' (satuan pemrosesan AI).

Kondisi ini menciptakan persaingan antar karyawan. Beberapa staf mulai membangun agen AI dalam jumlah besar untuk mengotomatisasi tugas mereka. Menariknya, muncul fenomena di mana agen AI digunakan untuk meninjau hasil kerja agen AI lainnya demi meningkatkan angka penggunaan di dashboard perusahaan.



Simak Video "Video: Kalahkan Atlet Profesional, Robot Tenis Meja 'Ace' Cetak Sejarah"


(asj/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork