Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Punya 4 Anak dari Elon Musk, Shivon Zilis Ceritakan Donasi Sperma di Pengadilan

Punya 4 Anak dari Elon Musk, Shivon Zilis Ceritakan Donasi Sperma di Pengadilan


Aisyah Kamaliah - detikInet

Elon Musk dan Shivon Zilis
Elon Musk dan Shivon Zilis. Foto: @WalterIsaacson / Twitter/
Jakarta -

Elon Musk dikenal punya banyak anak, empat di antaranya didapatkan dari bayi tabung dengan donasi sperma yang diterima oleh Shivon Zilis. Zilis menekankan ini terjadi tanpa perasaan cinta pada awalnya.

"Saya sangat ingin menjadi seorang ibu, dan Elon mengajukan tawaran sekitar waktu itu, dan saya menerimanya. Dia mendorong semua orang di sekitarnya saat itu untuk memiliki anak, dan dia menyadari bahwa saya belum punya anak. Dia menawarkan untuk mendonorkan sel telur," ujarnya, dikutip detikINET dari Gadget Review.

Zilis menduduki posisi unik dalam mengelola apa yang disebut dewan direksi OpenAI sebagai 'konflik Elon' sambil menjabat di tim kepemimpinan kedua perusahaan. Diketahui, setelah Musk keluar dari OpenAI pada tahun 2018, Zilis tetap berada di dewan direksi OpenAI hingga tahun 2023 sambil bekerja di Neuralink.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ia menggambarkan kejadian itu dalam kesaksian sebagai "perpisahan setengah-setengah yang aneh".

Ia bersaksi telah memfasilitasi komunikasi antara kedua perusahaan tetapi membantah menyalurkan informasi kepada Musk. Bahkan ketika hubungan mereka berkembang dari profesional menjadi romantis setelah kelahiran anak-anak mereka.

Eksekutif OpenAI, Greg Brockman, bersaksi bahwa dewan direksi mempercayai Zilis untuk menavigasi kepentingan yang saling bertentangan, percaya bahwa anak-anaknya dihasilkan dari pengaturan IVF yang murni platonis.

Donasi ini sesuai dengan pola Musk yang lebih luas dalam mengubah kekhawatiran demografis menjadi tindakan pribadi (meski kontroversial). Miliarder tersebut, yang memiliki sekitar 14 anak dengan beberapa perempuan, sering memperingatkan tentang keruntuhan populasi yang mengancam peradaban.

Dia bahkan menawarkan spermanya untuk upaya kolonisasi Mars, membayangkan sebuah kota mandiri berpenduduk satu juta orang dalam waktu 20 tahun. Saat ini, proyeksi pendaratan di Mars dari NASA jadi lebih lama lagi yakni hingga tahun 2030-an atau 2040-an.




(ask/ask)






Hide Ads