Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Elon Musk vs Sam Altman, Bos OpenAI Hadir ke Pengadilan

Elon Musk vs Sam Altman, Bos OpenAI Hadir ke Pengadilan


Aisyah Kamaliah - detikInet

Elon Musk dan Sam Altman.
Elon Musk dan Sam Altman. Foto: AP/Reutersvia detikcom
Jakarta -

Kasus gugatan Elon Musk kepada Sam Altman mulai masuk ke persidangan. Hari ini, CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman datang ke pengadilan untuk pemilihan juri, sementara Musk memilih absen.

Masalah bermula ketika Musk menuduh Sam Altman telah melanggar kesepakatan dengan menjadikan OpenAI sebagai perusahaan profit, berbeda dengan kesepakatan awal. Pihak Altman membantah dan mengatakan bahwa Musk adalah pihak yang kalah dan tidak terima kekalahan.

Seleksi juri dimulai di gedung pengadilan federal di Oakland dengan Hakim Yvonne Gonzalez Rogers sebagai ketua sidang. Saat memulai, ia meyakinkan puluhan calon juri bahwa persidangan ini tidak akan terlalu teknis, meskipun berpusat pada kecerdasan buatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Ini hanya kasus tentang janji dan pelanggaran janji, sama sekali tidak akan teknis," katanya.

Selama seleksi juri, calon juri diberi kuesioner yang menanyakan apakah mereka memiliki pendapat yang kuat tentang Musk dan AI. Hakim kemudian mengajukan pertanyaan lanjutan.

Sebagian besar orang mengatakan mereka memiliki perasaan negatif tentang Musk. Salah satu menyebut miliarder itu sebagai 'bajingan' dan yang lain mengatakan mereka tidak setuju dengan banyak hal yang telah dilakukannya.

Beberapa calon juri menyampaikan keraguan mereka tentang AI, sementara yang lain mengatakan mereka adalah penggemar teknologi tersebut dan menggunakan chatbot ChatGPT OpenAI secara teratur. Namun, sebagian besar calon juri mengatakan mereka akan mampu bersikap adil dalam kasus ini.

"Meskipun saya tidak menyukainya, saya pasti dapat memisahkan perasaan saya tentang dia dari fakta-fakta dalam kasus ini," ujar salah satu calon juri.

Kasus ini memiliki taruhan yang besar bagi OpenAI, yang diperkirakan akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) akhir tahun ini dengan valuasi sekitar USD 1 triliun (sekitar Rp 17.261 triliun).

Musk menuntut berbagai solusi yang mencakup pemecatan Altman dan Brockman dari OpenAI dan ganti rugi lebih dari USD 134 miliar, yang menurut taipan tersebut akan didistribusikan kembali ke lembaga nirlaba OpenAI.

Selain itu, Musk juga ingin membatalkan restrukturisasi perusahaan sebagai entitas yang berorientasi laba. Demikian melansir The Guardian.




(ask/ask)







Hide Ads