Tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, memicu gelombang empati warganet. Pengguna media sosial membanjiri linimasa dengan doa dan ucapan duka untuk para korban.
Kronologi Kejadian
Dilansir dari detiknews, berdasarkan keterangan resmi Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dan kesaksian penumpang, tabrakan bermula dari kecelakaan kecil yang melibatkan KRL Commuter Line. KRL nomor perjalanan PLB 5568A (relasi Kampung Bandan-Cikarang) lebih dulu menabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang (JPL) dekat Bulak Kapal atau Jalan Ampera.
Akibatnya, laju KRL berhenti mendadak di jalur 1 stasiun. Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat mengerem dan menghantam gerbong paling belakang KRL TM6000.
Benturan keras membuat lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menembus hingga ke gerbong perempuan di KRL. Gerbong tersebut mengalami kerusakan parah dan sebagian keluar dari rel.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan petugas harus memotong badan gerbong untuk mengevakuasi korban yang terjepit.
Hingga Senin malam, KAI mencatat sedikitnya empat penumpang KRL meninggal dunia. Puluhan lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Bekasi, seperti RSUD Kota Bekasi dan beberapa fasilitas kesehatan terdekat.
Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, termasuk masinis dan kru. Mereka kemudian dipersiapkan untuk dikembalikan ke Stasiun Gambir.
Simak Video "Video Pemotongan Gerbong Kereta di Bekasi untuk Evakuasi Korban"
(afr/afr)