Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menjadi sorotan publik. Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan dalam grup pesan singkat beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan warganet.
Dalam tangkapan layar yang viral tersebut, terlihat sejumlah percakapan bernuansa seksual yang dinilai melecehkan dan mengobjektifikasi perempuan. Beberapa kalimat bahkan dinilai sangat tidak pantas, termasuk penggunaan frasa seperti "diam berarti consent" yang memicu kecaman luas.
Unggahan tersebut pertama kali ramai diperbincangkan setelah dibagikan oleh akun X @sampahfhui. Dalam waktu singkat, konten itu menyebar luas dan memantik reaksi keras dari publik. Banyak warganet mengaku geram dan kecewa, terutama karena para pelaku diduga merupakan mahasiswa hukum yang seharusnya menjunjung tinggi nilai keadilan dan etika.
Reaksi Warganet
Tak hanya itu, kemarahan publik semakin memuncak setelah diketahui bahwa sejumlah anggota dalam grup tersebut merupakan pengurus organisasi mahasiswa, ketua angkatan, hingga pihak yang terlibat dalam kepanitiaan kegiatan kampus seperti ospek. Hal ini dinilai mencerminkan adanya persoalan serius dalam budaya organisasi di lingkungan kampus.
"inilah bukti 'many people are educated but not well-mannered'. kaya lu punya pendidikan yg bagus tp kalo kelakuan lo jelek tuh percuma. sickkk. semoga korban yg dimention di group baik baik aja dan dapet perlindungan dari UI," kata @sexcgalll.
"Yang bikin miris, mereka ini calon orang hukum, harusnya paling paham soal etika, martabat, dan konsekuensi hukum. Tapi malah normalize pelecehan tiap hari. Lama-lama jadi budaya, dan itu bahaya banget," ujar @guudlucking.
"Mereka lupa kalau ibu mereka , pasangan, saudara mereka perempuan. Kita tidak tahu bagaimana sistem karma bekerja, tapi hal ini bisa terjadi juga ke keluarga nya. Menjijikan..." ungkap @aymbldgl.
"Pantas untuk disebar wajah2 buruknya. Pengacara2 senior tolong jangan sampai anak2 ini yg bau ingus magang di kantor2 kalian ya. Mereka calon manusia2 menjijikan selama2nya yang bahkan tak bisa menghargai ibu mereka, saudara mereka perempuan, dan khusus teman2 mereka perempuan," tulis @RosmaliaIrawati.
(afr/afr)