×
Ad

Kru F-15E yang Jatuh di Iran Diselamatkan, Alat Mini Ini Kuncinya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 07 Apr 2026 09:50 WIB
Alat Combat Survivor Evader Locator (CSEL). Foto: Boeing
Jakarta -

Amerika Serikat berhasil menyelamatkan anggota kru dari jet tempur F-15 AS yang ditembak jatuh di atas wilayah selatan Iran. Terdapat dua kru dalam jet dan keduanya berhasil melontarkan diri. Salah satu dari mereka lebih dulu diselamatkan pasukan AS.

Penyelamatan kru jet yang jatuh adalah salah satu operasi paling kompleks, dikenal sebagai Pencarian dan Penyelamatan Tempur (CSAR). William Fallon, pensiunan AL AS, mengatakan pada BBC bahwa pelaksanaan di malam hari kemungkinan besar menguntungkan. "Kegelapan lebih baik bagi pasukan kita karena terbiasa beroperasi malam hari," ungkapnya.

Setelah pilot mendarat, kemungkinan besar ia langsung mengumpulkan parasut dan menyembunyikannya. Dikutip detikINET dari Ynewtnews, ia pasti dilatih untuk menyalakan sinyal suar, menuju dataran tinggi, menyembunyikan diri, dan menjalin komunikasi.

Pejabat menyebut kru tersebut menghabiskan lebih dari 24 jam sendirian, sembunyi di pegunungan, dan mendaki punggung bukit 2.000 meter. Presiden Donald Trump menambahkan lokasinya dipantau 24 jam sehari oleh pejabat yang merencanakan operasi penyelamatan. Setelah diselamatkan, ia diterbangkan ke Kuwait untuk dirawat.

'Senjata Rahasia' di Balik Penyelamatan

AS melancarkan operasi penyelamatan skala besar ini dengan kombinasi intelijen real time dan alat pengawasan khusus, bersamaan dengan CIA melancarkan taktik pengelabuan.

"Ibarat mencari jarum di tumpukan jerami, tetapi dalam kasus ini, jarum tersebut adalah nyawa prajurit Amerika pemberani di dalam celah pegunungan yang takkan terlihat jika bukan karena kemampuan CIA," kata pejabat senior pemerintahan Trump.

Berkat beberapa perangkat canggih, sang kru tetap terhubung setelah melontarkan diri. Ada perangkat standar awak udara AS untuk memancarkan sinyal marabahaya terenkripsi yang dapat dideteksi pesawat dan satelit. Perangkat yang disimpan dalam rompi bertahan hidup ini menyala otomatis ketika pilot melontarkan diri, sehingga meski tak sadar atau dalam kondisi lebih buruk, ia tetap dapat ditemukan.

Perangkat kecil seperti PRC-648 buatan Elbit Systems atau Combat Survivor Evader Locator dari Boeing memancarkan sinyal pemandu yang memungkinkan helikopter penyelamat mendeteksi lokasinya, kemudian dapat mulai berkomunikasi begitu helikopter dalam jangkauan.

Alat yang kokoh dan ringkas ini, dengan baterai ekstra panjang, terus-menerus mengirim koordinat militer presisi dan terenkripsi, komunikasi data, dan pesan singkat kepada pasukan teman melalui satelit militer. Perangkat ini juga tahan terhadap gangguan sinyal dan interferensi elektronik, serta berfungsi meskipun terendam air.

Operasi penyelamatan kemungkinan juga melibatkan citra satelit beresolusi tinggi dan sistem pengawasan rahasia lainnya yang mampu mendeteksi jejak panas atau emisi elektronik di daerah terpencil.

Begitu lokasi dipastikan, pihak Amerika melakukan ekstraksi cepat di bawah naungan kegelapan. Pasukan penyelamat beroperasi di bawah perlindungan kehadiran armada udara AS yang besar saat mereka menghadapi tembakan dari pasukan Iran.

Misi pencarian dan penyelamatan tempur umumnya mengandalkan helikopter operasi khusus yang dirancang untuk penerbangan dengan visibilitas rendah di lingkungan yang tidak bersahabat. Ia dilengkapi navigasi canggih dan avionik penglihatan malam yang memungkinkan kru terbang dekat permukaan tanah guna menghindari deteksi.

Laporan media menyebutkan berbagai pesawat Amerika dikerahkan dan memberikan dukungan langsung jika diperlukan. Radar atau komunikasi musuh pun dapat dipastikan diganggu selama proses evakuasi.



Simak Video "Video: Bahlil Pastikan RI Punya Alternatif Impor Minyak-LPG Selain dari Timur Tengah"

(fyk/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork