Israel menyatakan Iran telah menembakkan senjata munisi tandan (cluster munitions) atau bom beranak, menambah tantangan bagi pertahanan udara Israel yang sudah kewalahan. Rudal Iran dilengkapi senjata itu dan sukar diantisipasi.
Hulu ledak munisi tandan pecah di ketinggian tinggi, menyebarkan puluhan anak bom (bomblets) lebih kecil di area luas. Bom-bom kecil ini, di malam hari bisa terlihat seperti bola api oranye, sulit dicegat dan mematikan.
Otoritas Israel beberapa hari terakhir berusaha mengedukasi masyarakat tentang bahayanya. Pasalnya, bom yang belum meledak dapat terus bertahan di tanah. Setidaknya tiga orang tewas akibat serangan munisi tandan.
Senjata ini telah digunakan beberapa dekade dalam berbagai konflik di seluruh dunia, termasuk oleh Israel ketika bertempur melawan kelompok Hizbullah di Lebanon pada tahun 2006.
Anak bom tersebar luas
Setelah munisi induk diluncurkan, ia melepas sub-munisi (bomblets) lebih kecil pada ketinggian 7-10 kilometer. Anak-anak bom tersebar di area luas, beberapa ratus meter hingga beberapa kilometer.
Kritikus berpendapat munisi tandan membunuh atau melukai secara membabi buta, dan anak bom yang belum meledak tetap berbahaya jauh setelah digunakan. Di Israel, munisi ini bisa menjadi sangat berbahaya karena sebagian besar rudal diarahkan ke wilayah padat penduduk.
"Bom tandan tidak menimbulkan kerusakan nyata pada bangunan, melainkan pada manusia," kata Yehoshua Kalisky, peneliti senior di Institute for National Security Studies yang dikutip detikINET dari Associated Press
Simak Video "Video: Harga BBM Naik, Pakistan Liburkan Sekolah-50% Pekerja WFH! "
(fyk/afr)