Di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, citra satelit komersial menjadi salah satu sumber informasi paling penting untuk memantau dampak serangan militer. Namun kini akses terhadap gambar tersebut mulai dibatasi.
Perusahaan penyedia citra satelit komersial terbesar di dunia, Planet Labs PBC, memutuskan menunda publikasi gambar satelit dari kawasan Timur Tengah hingga 14 hari. Langkah ini diambil untuk mencegah gambar real-time dimanfaatkan oleh pihak yang berseberangan dalam konflik, termasuk untuk menilai kerusakan atau merencanakan serangan lanjutan.
Meski rilis resmi ditunda, sejumlah gambar yang diambil sebelum pembatasan diperketat atau yang telah beredar di kalangan analis intelijen sumber terbuka (OSINT) tetap muncul di internet. Citra tersebut memperlihatkan kerusakan signifikan di sejumlah fasilitas militer Iran.
Planet Labs Perpanjang Penundaan Rilis Gambar
Planet Labs yang berbasis di California mengoperasikan ratusan satelit pengamat Bumi yang secara rutin mengambil gambar berbagai wilayah dunia. Biasanya, citra ini dapat diakses pelanggan hanya beberapa jam setelah diambil.
Namun sejak konflik Iran memanas, perusahaan tersebut menerapkan penundaan rilis gambar di kawasan Timur Tengah. Awalnya penundaan hanya sekitar 96 jam atau empat hari, tetapi kemudian diperpanjang menjadi 14 hari.
Dalam pernyataannya kepada pelanggan, Planet Labs menjelaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan bertujuan mencegah distribusi gambar yang tidak terkendali.
Perusahaan tersebut khawatir citra resolusi tinggi yang tersedia secara publik bisa dimanfaatkan oleh pihak musuh untuk melakukan Battle Damage Assessment (BDA), yaitu menilai efektivitas serangan dan menentukan target berikutnya.
"Setelah berkonsultasi dengan para ahli di dalam dan di luar pemerintahan... Planet telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah proaktif tambahan untuk memastikan citra kami tidak dimanfaatkan secara taktis oleh aktor-aktor yang bermusuhan untuk menargetkan personel dan warga sipil sekutu dan mitra NATO," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Planet Labs juga memperluas wilayah yang terkena pembatasan, mencakup Iran, negara-negara Teluk, serta basis militer sekutu di sekitar zona konflik.
Simak Video "Video: Harga BBM Naik, Pakistan Liburkan Sekolah-50% Pekerja WFH! "
(afr/afr)