Di sebuah pernyataan dalam kasus Elon Musk melawan OpenAI, bos xAI tersebut menyebut OpenAI menjadi penyebab pengguna mengakhiri hidup para penggunanya. Jadi biang keroknya bukan Grok, kecerdasan buatan yang diimplementasikan di platform media sosial miliknya X (dulu Twitter).
Dalam pernyataan tersebut, eksekutif teknologi itu menyerang rekam jejak keamanan OpenAI, mengklaim bahwa perusahaannya, lebih memprioritaskan keselamatan.
"Tidak ada yang bunuh diri karena Grok, tetapi tampaknya mereka melakukannya karena ChatGPT," bunyi perkataan dari Musk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Tech Crunch, Senin (9/3/2026), komentar tersebut muncul dalam serangkaian pertanyaan tentang surat terbuka yang ditandatangani Musk pada Maret 2023. Di dalamnya, ia meminta laboratorium AI untuk menghentikan sementara pengembangan sistem AI yang lebih canggih daripada GPT-4, model unggulan OpenAI saat itu, setidaknya selama enam bulan.
Surat tersebut, yang ditandatangani oleh lebih dari 1.100 orang (termasuk banyak pakar AI), menyatakan bahwa tidak ada cukup perencanaan dan manajemen yang dilakukan di laboratorium AI. Semua karena mereka terjebak dalam 'perlombaan yang tak terkendali untuk mengembangkan dan menyebarkan kecerdasan digital yang semakin canggih yang tidak dapat dipahami, diprediksi, atau dikendalikan secara andal oleh siapa pun - bahkan penciptanya sekalipun'.
Transkrip kesaksian video Musk, yang berlangsung pada bulan September lalu, diajukan secara publik pada akhir Februari, menjelang persidangan juri yang diperkirakan akan berlangsung bulan ini.
Gugatan terhadap OpenAI berpusat pada peralihan perusahaan dari laboratorium penelitian AI nirlaba menjadi perusahaan yang berorientasi laba, yang menurut Musk melanggar perjanjian pendirinya. Sebagai bagian dari argumennya, Musk mengklaim bahwa keamanan AI dapat terganggu oleh hubungan komersial OpenAI, karena hubungan tersebut akan mengutamakan kecepatan, skala, dan pendapatan di atas masalah keamanan.
Namun, sejak rekaman itu, xAI juga menghadapi masalah keamanannya sendiri. Bulan lalu, jejaring sosial Musk, X, dibanjiri gambar telanjang tanpa persetujuan yang dihasilkan oleh Grok milik xAI, beberapa di antaranya dikatakan sebagai anak di bawah umur.
Hal ini menyebabkan kantor Jaksa Agung California membuka penyelidikan atas masalah tersebut. Uni Eropa juga menjalankan penyelidikannya sendiri, dan pemerintah lain juga telah mengambil tindakan, beberapa di antaranya bahkan memberlakukan blokir dan larangan.
Dalam pernyataan yang baru diajukan, Musk mengklaim ia menandatangani surat tentang keamanan AI karena itu adalah ide yang bagus, bukan karena ia baru saja mendirikan perusahaan AI yang ingin bersaing dengan OpenAI.
"Saya menandatanganinya, seperti yang dilakukan banyak orang, untuk mendesak kehati-hatian dalam pengembangan AI," kata Musk.
"Saya hanya ingin... keamanan AI diprioritaskan," sambungnya.
Musk juga menjawab pertanyaan lain dalam pernyataan tersebut, termasuk tentang kecerdasan buatan umum, atau AGI - konsep AI yang dapat menandingi atau melampaui penalaran manusia di berbagai tugas - dengan mengatakan itu memiliki risiko.
Ia juga mengingat mengapa OpenAI didirikan, yang dari perspektifnya, karena dirinya semakin khawatir tentang bahaya Google menjadi monopoli di bidang AI.
Dia menambahkan, percakapannya dengan salah satu pendiri Google, Larry Page, mengkhawatirkan. Alasannya karena Pag tampaknya tidak menganggap serius keamanan AI. Oleh karenanya, OpenAI dibentuk sebagai penyeimbang terhadap ancaman tersebut, klaim Musk.
(ask/hps)

