×
Ad

Seram! Malware di IndoXXI & LK21 Bisa Kuras Rekening, Ini Alternatif Aman

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 07 Mar 2026 14:00 WIB
Halaman ke 1 dari 2
Seram! Malware di IndoXXI & LK21 Bisa Kuras Rekening, Ini Alternatif Aman. Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Tradisi ngabuburit saat Ramadan sering diisi dengan berbagai aktivitas santai, salah satunya menonton film atau serial favorit sambil menunggu waktu berbuka puasa. Banyak orang masih tergoda membuka situs streaming ilegal seperti IndoXXI dan LK21 karena menawarkan akses gratis dan koleksi film yang sangat lengkap.

Namun detikers perlu waspada. Situs-situs bajakan tersebut ternyata bukan sekadar melanggar hak cipta, tetapi juga berpotensi menjadi sarang malware berbahaya yang bisa mencuri data pribadi hingga menguras isi rekening bank pengguna.

Para pakar keamanan siber serta laporan dari Microsoft menyebutkan bahwa situs streaming ilegal seperti IndoXXI, LK21, hingga berbagai domain mirror-nya kerap digunakan untuk menyebarkan malware. Begitu pengguna membuka halaman situs, mereka biasanya langsung disambut iklan pop-up agresif, tombol "Play" palsu, hingga permintaan instalasi codec tambahan.

Dalam banyak kasus, hanya dengan satu klik yang salah, skrip berbahaya dapat terunduh secara diam-diam ke perangkat pengguna tanpa disadari.

Risiko Malware di Situs IndoXXI & LK21

Ancaman keamanan dari situs streaming ilegal ini tidak bisa dianggap remeh. Berikut beberapa jenis malware yang paling sering ditemukan di situs semacam IndoXXI dan LK21:

1. Malware Pencuri Data (Infostealer dan Keylogger)

Jenis malware ini dapat mencuri berbagai informasi sensitif seperti username, password, data kartu kredit, hingga merekam aktivitas layar dan SMS OTP. Data tersebut kemudian bisa digunakan untuk membobol akun perbankan atau e-wallet.

2. Banking Trojan dan Spyware

Malware jenis ini secara khusus menarget aplikasi mobile banking dan dompet digital. Pelaku bisa memantau transaksi, mencuri kredensial login, bahkan mengalihkan dana tanpa disadari korban.

3. Phishing dan Adware

Iklan palsu yang menyerupai peringatan sistem sering muncul di situs ilegal. Pengguna bisa diarahkan untuk memasukkan data pribadi atau mengunduh aplikasi berbahaya. Selain itu perangkat juga bisa dipenuhi iklan yang membuat kinerja menjadi lambat.

4. Ransomware dan Cryptojacking

Beberapa malware bahkan dapat mengunci file penting pengguna dan meminta tebusan. Ada juga skrip cryptojacking yang memanfaatkan perangkat korban untuk menambang kripto secara diam-diam.

Korban sering baru menyadari setelah saldo rekening tiba-tiba berkurang atau akun media sosial mereka dibajak untuk penipuan lanjutan seperti pinjaman online ilegal.

Risiko ini semakin besar saat ngabuburit karena banyak orang mengakses situs streaming melalui ponsel utama yang juga terpasang aplikasi mobile banking.



Simak Video "Video: Polri Bongkar Kasus Fake BTS, 2 WN China Ditangkap"

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork