×
Ad

Google Bangun Pusat Data Baru yang Irit Air

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 25 Feb 2026 21:04 WIB
Foto: REUTERS/Mike Blake
Jakarta -

Google sedang membangun pusat data AI baru di Texas, Amerika Serikat. Untuk meminimalisir kekhawatiran soal penggunaan energi listrik dan air, Google mengatakan pusat data ini dirancang untuk hemat air.

Dalam pengumumannya, Google mengatakan pusat data ini akan menggunakan teknologi pendingin udara canggih untuk membatasi konsumsi air. Konsumsi air akan dibatasi untuk fasilitas penting tertentu, seperti dapur.

Google juga mengklaim akan menyediakan lebih banyak air daripada jumlah yang dikonsumsi pusat datanya. Raksasa teknologi ini juga akan berkolaborasi dengan kelompok seperti Texan by Nature dan Texas Water Trade untuk meningkatkan kualitas daerah aliran sungai di seluruh negara bagian Texas.

Pusat data ini akan dibangun berdekatan dengan pembangkit listrik ramah lingkungan baru yang dikembangkan dan dioperasikan oleh AES. Proyek ini merupakan bagian dari investasi Google senilai USD 40 miliar di Texas yang diumumkan akhir tahun lalu.

Google juga menggembar-gemborkan 7.800 megawatt kapasitas energi listrik ramah lingkungan yang ditambahkan ke jaringan listrik Texas, seperti dikutip dari Engadget, Rabu (25/2/2026).

Pusat data pada umumnya menggunakan air dalam jumlah besar untuk mendinginkan komponen listrik dan mencegah panas berlebih. Meskipun teknologi pendingin pusat data sudah menjanjikan konsumsi air yang lebih sedikit, beberapa pusat data baru diklaim sudah tidak bergantung pada air sama sekali.

Namun, efisiensi yang lebih tinggi saja sepertinya tidak cukup. Laporan terbaru dari perusahaan teknologi air Xylem dan Global Water Intelligence memproyeksikan air yang dibutuhkan untuk mendinginkan pusat data akan meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam 25 tahun ke depan.

Selain konsumsi air dalam jumlah besar, pusat data juga membuat banyak komunitas di Amerika Serikat khawatir karena berpotensi membuat tagihan listrik membengkak dan memperparah emisi gas rumah kaca global.

Sejumlah tokoh teknologi, seperti CEO Tesla Elon Musk, mengatakan memindahkan pusat data ke luar angkasa akan mengatasi kekhawatiran ini. Namun, beberapa pakar mengatakan proyek itu akan berdampak buruk pada lingkungan di orbit rendah Bumi.



Simak Video "Video Arab Saudi Resmikan Pusat Data Terbaru: Terbesar di Dunia!"

(vmp/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork