Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
XL Bangun Stan Pembelajaran Telekomunikasi

XL Bangun Stan Pembelajaran Telekomunikasi


- detikInet

Yogyakarta - Yogyakarta menjadi pilihan PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) dalam membangun sebuah wahana pembelajaran telekomunikasi pertama di Indonesia yang dikhususkan bagi kaum muda. Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs. Syamsuri M.M dan Myra Junor, GM Corporate Communication XL meresmikan stan ini di lantai dua Taman Pintar Yogyakarta."Saya senang dengan kehadiran stan ini. Hal ini untuk mewadahi pelajar Yogya termasuk anak-anak untuk mengerti teknologi telekomunikasi," tutur Syamsuri, kepada detikINET, Selasa (28/8/2007).Stan Pembelajaran XL ini berukuran cukup luas dengan empat komputer multimedia. Di sini mereka yang berminat bisa mengetahui informasi interaktif seputar telekomunikasi. Stan ini juga dilengkapi simulasi telepon dan akses internet gratis."Stan telekomunikasi semacam ini adalah yang pertama dibuat XL di Indonesia untuk wahana pembelajaran kaum muda. Yogyakarta dipilih karena kota ini telah punya Taman Pintar yang konsepnya sesuai," ungkap Myra Junor.Lebih lanjut Myra mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan XL juga akan membangun stan serupa di wilayah lain di Indonesia. Taman Pintar sendiri adalah sebuah gedung dengan wahana pembelajaran ilmu pengetahuan interaktif di Yogyakarta.Syamsuri mengatakan bahwa pembangunan stan XL ini turut mendukung rencana Dinas Pendidikan kota Yogyakarta dalam menerapkan sistem pembelajaran sekolah berbasis ICT (Information and Communication Technology)."Saat ini telah terdapat empat sekolah yang akan dijadikan proyek kami dalam penerapan ICT. Nantinya diharapkan seluruh sekolah di Yogya akan ter-cover," lanjutnya.Menurut Drs. Samiyo, Kepala Perencanaan Keuangan Diknas Yogyakarta yang mengendalikan proyek ICT ini, nantinya di sekolah-sekolah para siswa akan menggunakan laptop dalam sebagian proses pembelajaran memakai Internet.Disinggung mengenai sistem operasi yang digunakan, ia menambahkan, sementara masih akan memakai software proprietary. Namun secara bertahap, Open Source akan menjadi pilihan utama agar program ini bisa ditekan biayanya dan lebih memasyarakat. (ash/ash)







Hide Ads