Jepang Incar Tambang Emas Ponsel Asia Tenggara
- detikInet
Tokyo -
Dowa Holdings, sebuah perusahaan asal Jepang, telah menyatakan rencananya untuk mengumpulkan ponsel bekas dari kawasan Asia Tenggara. Nantinya Dowa akan mengekstrak logam berharga non-ferrous seperti emas atau tembaga dari kumpulan bangkai ponsel tersebut.Saat ini, seperti dikutip detikINET dari CommsDay, Kamis (9/8/2007), kebanyakan ponsel bekas di kawasan Asia Tenggara berakhir di Cina. Proses 'penambangan' logam dari ponsel bekas di Cina disebut-sebut tidak ramah lingkungan dan menimbulkan pencemaran logam berat dan bahan-bahan berbahaya. Menurut harian berbahasa jepang Yomiuri Shimbun, Dowa akan menjalankan operasi ini bersama dengan Sekretariat Konvensi Basel di Jenewa. Konvensi tersebut memiliki tujuan mengendalikan perpindahan barang-barang dan limbah berbahaya antar negara. Dowa diklaim sebagai satu-satunya perusahaan di Asia yang memiliki fasilitas peleburan yang mampu mengekstrak logam-logam tertentu seperti emas, tembaga, atau timah dari bijih yang bercampur. Pelebur yang sama disebut mampu mengekstrak logam dari bangkai ponsel. Limbah yang mengandung bahan berbahaya seperti Arsenik rencananya akan dikuburkan di tempat pembuangan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Area operasi Dowa akan dimulai dari Thailand, Malaysia, dan Singapura, sebelum merambah negara lain.
(wsh/wsh)