Soal Polusi Printer Laser
Pakar: Waspada, Tapi Jangan Berlebihan
- detikInet
Milwaukee -
Seperti telah diketahui, penelitian dari tim Queensland University of Technology Australia mengklaim bahwa beberapa printer laser mengeluarkan partikel polutan tak terlihat yang berpotensi membahayakan kesehatan.Perkembangan terbaru dari para pakar independen dan produsen printer mengatakan masih terlalu dini untuk mengeluarkan peringatan tertentu sebelum para peneliti mengetahui secara pasti kandungan kimia dalam partikel polutan tersebut. Apalagi beberapa tipe partikel yang teridentifikasi dalam penelitian tersebut juga bisa dihasilkan dalam aktivitas seperti menyalakan lilin atau menggunakan mesin pembuat roti (toaster).Ketua peneliti, Lidia Morawska dari tim Queensland University of Technology Australia juga mengungkapkan solusi bahwa tidak berbahaya jika printer laser digunakan di ruang terbuka dan dalam jarak yang aman dari pengguna. Di samping itu, ventilasi ruangan harus memadai.Menurut Robert Hamers dari departemen kimia Universitas Wisconsin, belum jelas apakah partikel polutan dari printer tersebut berbahaya. Dalam kasus asap tembakau, yang membuatnya asap ini berbahaya bukan karena adanya partikel kecil, namun kandungan kimianya."Partikel polutan printer mungkin punya kandungan racun yang lebih kecil daripada rokok," sebut Hammers. Sampai partikel tersebut bisa dianalisis secara sekasama, orang-orang sebaiknya tidak khawatir berlebihan.Sementara Tuan Tran, wakil presiden penjualan dan marketing imaging division Hewlett-Packard (HP) berujar, perusahaannya mencoba menghubungi para peneliti untuk mengklarifikasi kesimpulan yang sebagian dikatakannya ganjil.Sebagai contoh, tim peneliti Australia ini menemukan bahwa sebuah printer merek HP mengeluarkan partikel polutan level tinggi dan hal ini tidak terjadi pada model produksi lain yang hampir sama, tukas Tran.Charles J. Weschler, profesor kimia dari University of Medicine dan Dentinstry kurang lebih pun mengatakan pernyataan senada. Menurutnya, orang seharusnya takut pada asap rokok dan emisi kendaraan bermotor dan bukannya pada printer laser."Ini adalah studi yang menarik dan memperingatkan kita untuk lebih waspada. Namun, berdasarkan penemuan terdahulu, saya tidak begitu mengkhawatirkannya," tandasnya seperti dikutip detikINET dari Associated Press, Senin (6/8/2007).
(ash/ash)